KPK Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi RSUD Kardinah Tegal

KPK Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi RSUD Kardinah Tegal

JAKARTA, delikjateng.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan ‎suap proyek pengelolaan dana jasa kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah, Kota Tegal.

Selain Walikota Tegal Siti Masitha Soeparno, juga Amir Mirza Hutagalung (politikus Partai Nasdem) serta Cahyo Supriyadi (Wakil Direktur Bagian Umum dan Keuangan RSUD Kardinah Tegal) sebagai tersangka.

Dalam kasus tersebut, Siti Masitha diduga menerima suap sebesar Rp5,1 Miliar dari berbagai proyek.

Menurut Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, KPK telah menetapkan tiga tersangka tersebut. ” Sebagai pihak penerima ditetapkan SMS (Siti Masitha Soeparno) dan AMH (Amir Mirwan Hutagalung)‎. Sebagai pihak pemberi, CHY (Cahyo Supriadi),” kata Basaria Panjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (30/8).

Kata Basaria, ketiga tersangka tersebut diduga terjerat dalam kasus dugaan ‎suap proyek pengelolaan dana jasa kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah, Tegal.

Atas perbuatannya, Siti Mashita, Amir Mirza yang diduga sebagai pihak penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara sebagai pihak pemberi, Cahyo disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu di Tegal, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memimpin sumpah antikorupsi pejabat dan aparatur sipil negara di aula Balai Kota Tegal, Kamis (31/8). Ratusan ASN Pemkot Tegal, termasuk Pelaksana Tugas Wali Kota Tegal Nursholeh, dengan lantang menirukan ucapan sumpah dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Dalam sumpah itu intinya tidak melakukan tindak pidana korupsi, sumpah menolak berbagai bentuk gratifikasi, sumpah tidak memberikan atau menerima setoran dari siapapun, sumpah melakukan penataan birokrasi tanpa praktik jual beli jabatan, dan sumpah melayani masyarakat dengan responsif serta terbuka.

Usai memimpin pengucapan sumpah antikorupsi, Ganjar meminta para ASN Pemkot Tegal untuk melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan