Elektabilitas Ganjar Masih Unggul, PDIP Belum Tentukan Cagub Jateng

gubernur jateng,ganjar pranowo
gubernur jateng,ganjar pranowo

JAKARTA, delikjateng.com -Elektabilitas Ganjar Pranowo masih unggul dalam bursa Pilgub Jateng, meski namanya terseret-seret kasus E-KTP. Namun demikian PDI Perjuangan belum menentukan sikap terhadap pencalonan Pilgub Jateng mendatang.

Survey yang dilakukan oleh Lembaga Survey Indonesia (LSI), elektabilitas Ganjar unggul dibanding para pesaingnya di bawah mencapai 10 persen. Misalnya, Ki Entus Susmono 7 persen, Musthofa 4.9 persen, Budi Waseso 4,9 persen, Bambang Sadono 4.8 persen, Ferry Juliantono 4.2 persen, Rustriningsih 4 persen, Sudirman Said dan Marwan Jafar di bawah 4 persen.

Begitupun lembaga survey lainnya menunjukkan kepuasaan masyarakat atas kinerja Ganjar.

Di sisi lain, 90 persen publik Jateng menginginkan gubernur yang bersih dari korupsi. Inilah yang mungkin membuat PDIP masih tarik ulur.

Sebelumnya, mantan Bendahara Umum Demokrat, M Nazaruddin dan pengakuan dosa Andi Naragong di persidangan Tipikor, membuat GubernurJawa Tengah, Ganjar Pranowo, terseret-seret dalam pusaran mega korupsi E-KTP. Nazar dan Andi sepakat pernah memergoki politisi PDIP itu bertandang ke ruangan Mustokoweni, mantan anggota Komisi II DPR.

Pengakuan mereka, Ganjar menerima uang sebesar Rp 500.000 ribu dolar AS, seperti pengakuannya di BAP. Nazar melihat sendiri penyerahan uang tersebut kepada Ganjar, saat ia dan Andi berkumpul di ruangan Mustokoweni.

“Ganjar menyampaikan kepada saya , ini kebersamaan, biar program besarnya jalan,” ujar Hakim Anwar saat membacakan BAP Nazar sebagai saksi terdakwa Andi Naragong.

Sementara Andi tak menampik pernah berkunjung ke ruang Mustokoweni. Ia juga mengaku membawa bungkusan ke ruangan itu. Cuma pengusaha yang lulusan SMP ini, menolak bungkusan itu berisikan uang, seperti pertanyaan hakim.

“Tidak benar. Yang benar bahwa saya ketika berkunjung ke ruangan Mustokoweni bawa kaos partai,” ujar Andi di persidangan membantah.

Lantas, bagaimana dengan Ganjar? Berulangkali dia membantah terlibat “bisnis haram” E-KTP yang merugikan negara Rp 2.3 triliun.

Namun, bantahan tersebut, belum juga membuat nama Ganjar masuk dalam bursa Calon Gubernur Jawa Tengah. Sampai berita ini diturunkan, DPP PDI Perjuangan belum juga mengusungnya untuk jabatan kedua kalinya.

Tingkat kepercayaan publik terhadap Ganjar Pranomo tidak perlu diragukan lagi. Tapi hal itu bukan berarti sebuah ukuran, sebab dalam politik, sangat banyak strategi mendowngrade Ganjar karena peristiwa tertentu, seperti E KTP yang menyeret-nyeret namanya.(*)

Leave a Reply