Sorotan Pekan Ini: Belum Lama Bebas, Probo Yulastoro Masuk Bui Lagi

Probo Yulastoro, Mantan Bupati Cilacap
Probo Yulastoro, Mantan Bupati Cilacap

CILACAP, delikjateng.com– Probo Yulastoro, Mantan Bupati Cilacap periode 2002-2007 dan 2007-2012 ini, kembali ditahan Kejaksaan Negeri Cilacap. Dalam penahanan kali ini Kejaksaan juga melakukan penahanan terhadap Sayidi, yang merupakan mantan pejabat Sekdanya

Probo Yulastoro, sebenarnya baru menghirup udara bebas pada bulan November 2016 silam, setelah menjalani hukuman selama 4 tahun. Dalam kasus itu Probo dinyatakan melakukan korupsi yang menimbulkan kerugian negara senilai Rp 14,7 miliar.

Belum lama keluar dari penjara dia kembali diperiksa pihak kejaksaan. Pada peneriksaan Senin (28/8) petang ditetapkan untuk menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Cilacap.

Kata Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap, Berdiaman Simalango melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Robi Haryanto, juga melakukan penahanan terhadap Sayidi yang merupakan mantan pejabat Sekda-nya. ”Kami menahan kedua mantan pejabat tersebut, untuk memudahkan pemeriksaan,” katanya.

Sebelum dilakukan penahanan, kedua mantan pejabat tersebut sempat menjalani pemeriksaan di kejaksaan sejak pagi. Namun selesai menjalani periksaan sekitar lima jam, kedua pejabat tersebut langsung diantar petugas kejaksaan ke Lapas Cilacap yang bersebelahan dengan kantor kejaksaan.

”Penahanan keduanya akan dilakukan selama 20 hari sejak 28 Agustus hingga 16 September 2017. Bila diperlukan, penahanan bisa diperpanjang 20 hari lagi,” kata Bobi.

Menurut Bobi, kasus yang menjerat Probo kali ini juga masih terkait kasus korupsi. Kali ini terkait kasus dana senilai Rp 10,8 miliar pada kas daerah pada tahun 2006, yang tidak jelas pertanggung-jawabannya.

”Dalam penggunaan dana tersebut, tidak ada Surat Perintah Membayar (SPM) saat pencairan dana APBD. Setelah dilakukan penyidikan, kami menenemukan adanya peran dari kedua tersangka yang ikut menandatangani cek pencairan uang yang tidak sesuai dengan mekanisme,” katanya.

Secara keseluruhan, jumlah kerugian negara yang tercatat pihak kejaksaan saat itu, mencapai Rp 21,5 miliar. Selain dana Rp 14,7 miliar yang disalahgunakan Probo, dana lainnya digunakan tersangka lain.

Dana yang disalahgunakan, antara lain berasal dari dana pembayaran retribusi Pelindo, dana insentif Pajak Bumi dan Bangunan, dana operasional koordinasi pengendalian pendapatan daerah, serta Dana Alokasi Khusus bidang kesehatan sejak tahun 2004 hingga 2008.

Dalam persidangan kasus tersebut, PN Cilacap menjatuhi hukuman 9 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta. Selain itu Probo diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 14,1 milyar. Namun setelah mengajukan banding, hukuman dikurangi menjadi 7 tahun. Dan dalam putusan kasasi, hukuman terhadap Probo dikurangi lagi menjadi 4 tahun penjara.

Leave a Reply