Laporan Dugaan Korupsi Mandeg

Kepala KP3P Tanjung Emas Semarang Sukiyono
Kepala KP3P Tanjung Emas Semarang Sukiyono

SEMARANG,delikjateng.com – Kasus dugaan korupsi pungutan uang jaminan kontainer yang diadukan ke Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Emas Semarang, diduga mandeg. Dalam kasus itu diduga dilakukan oknum dari Agen PT Hanjin mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut pengacara para pengusaha Logistik (ALFI), Tri Sulistianta, kasus para kliennya terjadi sejak bulan Agustus lalu. Namun hingga kini belum juga ditangani.

“Sebelumnya kami telah melakukan somasi ke agen Hanjin dan belum ada tanggapan, kemudian kami adukan ke KP3P juga belum ada kejelasan”‘ tuturnya sebagaimana dikutip mcwnews.

Kata Tri Sulistyanto, sebenarnya kasus ini hanya menuntut pihak Hanjin untuk segera mengembalikan uang jaminan kontainer, dari 27 perusahaan yang telah menyetor uang. Para klien hanya ingin uang jaminannya segera dikembalikan.

Sementara itu Kepala KP3P Tanjung Emas Semarang, Sukiyono saat dikonfirmasi melalui handphonenya membenarkan adanya aduan terkait Hanjin, tapi masih dalam penyelidikan. “ Masih aduan,” tuturnya.

Sedangkan Ketua ALFI Jateng, Ari Wibowo hingga kini masih menunggu proses penanganan pihak aparat penegak hukum.
“Kami sudah adukan Hanjin, dan masih menunggu lanjutan penanganannya,” ujarnya.

Diperoleh keterangan, selama ini setiap pengusaha importir dalam pengiriman logistiknya, diwajibkan menyetor uang jaminan kontainer ke pihak agen perusahaan Hanjin, salah satu agennya PT Bumi Laut. Besarannya Rp 1 juta hingga Rp 2 juta setiap kontainer/ 1 TEUS.

Dalam kasus yang terjadi di Pelabuhan Semarang ini, ada 27 perusahaan logistik yang telah menyetor uang jaminan kontainer dengan total Rp 330 juta yang hingga kini belum dikembalikan. Dan pihak ALFI pun telah berusaha agar pungutan jaminan kontainer ini dihapuskan guna lancarnya pengiriman bisnis logistik secara nasional.

Pihaknya telah melayangkan surat ke Presiden Jokowi agar hal ini dihapuskan, atau dialihkan melalui asuransi agar jelas penangananannya. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak PT Hanjin untuk mengembalikan uang jaminan kontainer tersebut. Sedangkan pihak pemerintah tampaknya belum menangani dengan baik.

Tinggalkan Balasan