Lagi, Kepala Desa Terseret Dana Desa

ilustrasi dana desa
ilustrasi dana desa

KUDUS, delikjateng.com – Dana desa bakal membawa ”korban” lagi. Kali ini menimpa Kepala Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, terancam dijatuhi sanksi berat karena permasalahan dana desa tahun anggaran 2017 yang hingga kini belum bisa dicairkan.

Namun sejauh mana bentuk sanksi yang diberikan kepada kepala desa itu, kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kudus, Adi Sadhono Murwanto, masih menunggu persetujuan dari Bupati Kudus, Musthofa.

Menurut Adi Sadhono Murwanto, hasil rekomendasi dari Inspektorat Kudus, menyebut Kepala Desa Panjang terancam dijatuhi sanksi. ”Ada beberapa sanksi yang bisa dijatuhkan, termasuk sanksi berat seperti pemberhentian sementara,” katanya sebagaimana dikutip antara.

Sebelum masalah Dana Desa Panjang berkepanjangan, sudah ada upaya mendorong kepala desa itu untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi, utamanya dana desa tahun anggaran 2017 agar bisa dicairkan. Hingga bulan Desember 2017 sekaligus mendekati akhir tahun, anggaran 2017 belum juga bisa mencairkan dana desa.

” Persyaratan utama untuk mencairkan tidak bisa dipenuhi, seperti laporan penggunaan dana desa tahun 2016 serta APBDes tahun 2017,” tambahnya.

Selain iesa setempat yang seharusnya mendapatkan alokasi dana desa sebesar Rp789,56 juta itu, juga belum menyusun Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RKPDes) 2017.

Kepala Inspektorat Kabupaten Kudus Adhi Hardjono membenarkan, bahwa berdasarkan hasil kajian Inspektorat kepala Desa Panjang memang tidak bisa mencairkan dana desa tahun 2017 karena belum menyusun laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa tahun 2016.

Kepala desa itu juga melanggar peraturan pemerintah, perda serta peraturan bupati, sehingga terancam dijatuhi sanksi. “Hanya saja, bentuk sanksinya yang memutuskan dari Dinas Pemdes, karena kamia hanya sebatas memberikan rekomendasi,” ujarnya.

Leave a Reply