GN-PK Gelar Diskusi Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa

Diskusi GN-PK Jateng.(foto rafael)
Diskusi GN-PK Jateng.(foto rafael)

Liputan Achmad K Rafael

KENDAL,delikjateng.com – Dugaan korupsi yang belakangan muncul dalam proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah, belakangan menjadi sorotan publik. Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jawa Tengah bersama Dekan Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar Jakarta , Dr. Agus Surono, mengkajinya melalui diskusi yabg digelar di Rumah Makan Subali, Kota Sukorejo, Kabupaten Kendal, Sabtu (20/5).

Diskusi yang dipandu Ketua GN-PK Jateng, H.Mastur Darori SH.MSi itu melakukan pendalaman materi tentang modus korupsi tersebut. Kegiatan semacam itu menjadi Diskusi Rutin GNPK Jateng setiap bulan.

Dalam diskusi itu, Dr Agus
Suyono berpandangan hampir semua kasus korupsi yang ditangani KPK RI, mayoritas menyangkut korupsi proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sebagaimana kasus proyek E KTP, yang sekarang tengah menjadi sorotan. “Kasus korupsi ini cukup dominan yang ditangani KPK, termasuk kasus KTP elektronik,” tuturnya.

Dia menawarkan agar GNPK Jateng bisa bersinergi dengan Universitas Al-Azhar, guna memperkaya serta mendalami kasus-kasus korupsi di Negeri ini, “Silahkan kita lakukan kerjasama untuk membongkar kasus korupsi secara akademis dikampus kami,” tambahbya.

Sementara itu Ketua GNPK Kabupaten Banyumas, Subroto mengungkapkan kekecewaannya atas tindakan oknum aparat hukum didaerah, yang kadang melenceng dari koridor pemberantasan korupsi, apalagi dengan telah dibentuknya P4D didaerah yang justru sering mengganggu upaya pemberantasan korupsi.

” Biasanya Tim tersebut melakukan pendampingan proyek sejak perencanaan hingga pelaksanaan, bahkan ada legal opinion juga yang bisa dijadikan tameng mereka,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua GNPK Kota Pekalongan, Abdul Rozak menilai pemberantasan korupsi ini tidak akan tuntas, jika selama ini banyak oknum aparat yang juga turut bermain,” Dalam sistem lelang elektronik LPSE bisa dikondisikan, karena ada petugasnya yang bermain. Ini harus ada solusinya,” ujarnya.

Sementara Ketua GNPK Jateng , H.Mastur akan terus melakukan investigasi korupsi di Jawa Tengah dengan bekerjasama semua pihak , termasuk pihak perguruan tinggi. ” Diskusi ini akan terus dilakukan secara rutin setiap bulan dengan memunculkan kasus,-kasus dan modus baru dalam korupsi,” tuturnya.

Diketahui selama ini sepak terjang GNPK Jateng cukup diperhitungkan di Jawa Tengah, terutama saat membongkar pungli di jembatan timbang yang kemudian dilakukan gebrakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang menangkap basah oknum pungli di Jembatan timbang yang sempat menjadi viral beberapa waktu lalu. Dan kini para aktivis GNPK Jateng mulai menggeliat lagi dibeberapa kabupaten dan kota di Jawa Tengah, karena semakin memprihatinkannya kondisi obyektif korupsi saat ini.

Mereka melakukannya dengan swadana, tanpa meminta bantuan dari Pemerintah Daerah. ” Selama ini kegiatan kita independen, tidak pernah minta bantuan pemerintah ,” jelas Mastur.

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan