69 Pelaku Pungli Digulung

ilustrasi pungli

MAGELANG,delikjateng.com – 69 tersangka pelaku pungutan liar (pungli) digulung tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saberpungli) Propinsi Jawa Tengah sepanjang Tahun 2017. Dari jumlah tersebut, paling banyak ditemukan di instansi kelurahan/desa.

Sekretaris I Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Provinsi Jawa Tengah, AKBP Bambang Hidayat saat pada sosialisasi Saber Pungli, Selasa, mengatakan, Kabupaten Rembang merupakan daerah dengan ungkap kasus OTT paling banyak, yakni 3 kasus.

Lainya terjadi di Pemalang 2 Kasus, Brebes 2 kasus, Klaten 2 kasus, Cilacap 2 kasus, Surakarta 2 kasus, dan Banyumas, Pekalongan, Blora, Tegal, Salatiga, Boyolali, serta Kebumen masing-masing satu kasus.

” Total sebanyak 35 kasus operasi tangkap tangan, dengan 69 pelaku,” katanya pada sosialisasi Saber Pungli, di Aula Adipura Kencana Pemkot Magelang.

Selama 2017 ada sebanyak 10 operasi tangkap tangan (OTT) yang diungkap di kelurahan dengan jumlah pelaku 12 orang. Sedangkan di kalangan masyarakat, ada laporan tujuh kasus dengan jumlah pelaku 15 orang.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan pungli terjadi di berbagai instansi. Antara lain komitmen yang rendah, atasan tidak melakukan pengendalian internal dan pengawasan melekat, dan mental rendah. “SOP tidak diterapkan, pengawasan tidak efektif, dan saling menguntungkan antara penerima dan pemberi,” tambahnya.

Instansi rawan dengan pungli, antara lain perizinan, perhubungan, pertanahan, kemenkumham, kepolisian, kementerian keuangan, ketenagakerjaan, dan lainnya. Pekerjaan yang rawan pungli, antara lain pengadaan barang dan jasa, pendidikan, hibah, dana desa, rekrutmen karyawan, perizinan, keikutsertaan tender proyek, dan layanan usaha.

Sementara itu Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli Pusat, Marsekal Pertama TNI Asep Chaerudin mengatakan, pungli terjadi karena empat hal. Yaitu greedy (serakah), opportunity (kesempatan), need (kebutuhan), dan exposure (pengungkapan).

Dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina mengatakan Pemkot Magelang berkomitmen mendukung program nasional Saber Pungli melalui pembentukan satgas pemberantasan pungli yang disahkan melalui Keputusan Walikota Nomor 700/23/112 dan dikukuhkan tanggal 12 Januasi 2017.

“Semangat memberangtas pungli bukanlah terletak pada jumlah kerugian yang ditimbulkan, namun bagaimana dapat menghilangkan sama sekali akar budaya pungli, khususnya terkait pelayanan publik,” katanya.(*)

Leave a Reply