Embung Giritirto Mangkrak Ditinggal Rekanan

Baru selesai 30 persen

KEBUMEN,delikjateng.com – Petani Desa Giritirto Kecamatan Karanggayam Kebumen, mempertanyakan kelangsungan pembangunan embung yang kini terkesan terhenti. Proyek senilai Rp 1,83 miliar tersebut mulai dibangun pada pertengahan 2018, namun mangkrak saat volume pekerjaan belum mencapai 30 %.

Warga setempat mengatakan, diduga embung yang dibangun di Dukuh Era itu mangkrak akibat tak sesuai rencana. Terbengkelainya pembangunan embung selain merugikan Pemkab Kebumen, juga para petani setempat yang akhirnya gagal mewujudkan sebuah perkebunan buah di tahun 2019 ini.

” Padahal rencananya para petani itu akan memanfaatkan air embung untuk pengairan kebun buah mereka,” ujar sejumlah warga.

Sementara itu Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Supangat SSos kepada wartawan menjelaskan, proyek pembangunan embung rencananya berkedalaman 3,5 meter dan berkapasitas 15 ribu meter kubik air.

Semula proyek itu sudah dikerjakan rekanan secara wan prestasi. Tapi karena tidak selesai, segera akan dilelang lagi tahun 2020 mendatang.

” Kendati akan dibangun ulang di tahun 2020, namun menurut secara materi maupun moril, kalangan petani disana sudah terlanjur dirugikan,” kata Supangat.

Dari sisi waktu, seharusnya embung sudah bisa dimanfaatkan tahun ini. Namun akibat gagal dibangun, petani harus menunggu hingga tahun 2020 atau 2021 mendatang.

” Dengan mundurnya jadwal pemanfaatannya, jelaslah bahwa dari sisi waktu petani sudah dirugikan secara ekonomi,” ujar Supangat.

Sejauh ini pertanggungjawaban dari rekanan tidak ada. Uang jaminan sebesar 5 Hingga batas waktu akhir tak ada% dan uang muka sebesar 30 % dari nilai proyek sudah diserahkan ke kas daerah, dan rekanan itu tak boleh mengikuti lelang ulang di tahun 2020.

Saat ini Pemkab Kebumen sedang menunggu penyelesaian audit dari Tim Kantor Inspektorat Kebumen terhadap proyek tersebut. Hasil audit akan menjadi dasar tentang jumlah uang muka yang akan dibayarkan kembali kepada rekanan.

” Juga, untuk menentukan rancangan embung yang akan dilelang ulang di tahun 2020.

Proyek senilai Rp 1,83 miliar tersebut mulai dibangun pada pertengahan 2018 lalu. Namun tak berapa lama kemudian dibiarkan mangkrak oleh rekanan saat volume pekerjaan belum mencapai 30 %.

(nt)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan