Sorotan Pekan ini : Upaya Mengangkat Popularitas Gula Aren

Festifal gula aren (foto suchafif nur rohman)
Festifal gula aren (foto suchafif nur rohman)

TEMANGGUNG, delikjateng.com -Cepat atau lambat, popularitas gula aren di Kabupaten Temanggung akan meningkat. Berbagai upaya terus dikembangkan melalui berbagai cara, termasuk Festival Gula Aren (gula jawa) yang digelar di Dusun Kedopokan, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Sabtu (7/10).

Festifal itu dihadiri pula oleh abggota DPD RI, Hj. Denti Eka Widi Pratiwi, SE. MH. Dari acara ini diharapkan tumbuh inovasi-inovasi baru untuk perkembangan gula aren selanjutnya.

Sebenarnya, gula aren di Temanggung sudah mulai dikenal sejak tahun 70-80 an. Hampir semua kebutuhan tepung sagu dan gula aren di sejumlah daerah, bahan bakunya dipasok dari Temanggung.

Hampir semua wilayah di Temanggung cocok untuk tumbuh pohon aren dengan baik. Ketinggian daerah 500mdpl -800mdpl, pohon aren bisa tumbuh dengan baik.

Produk istemewa pohon aren adalah gula jawa/aren. Istilah gula merah biasanya diasosiasikan pada segala jenis gula yang terbuat dari nira. Yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pada pohon yang berasal dari famili palmae seperti keiran gulalapa ,siwalan atau aren. Tetapi aren merupakan gula merah terbaik.

Cairan lalu dimasak sampai kenral dan dituang pada daun palma, atau cetakan hingga beku. Gula merah bisa dipakai sebagai bahan baku kecap,juga digunakan membuat aneka makanan kue puding dan masakan cina.

Gula Aren memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, diantaranya sebagai sumber antioksidan, mengobati dan mencegah penyakit anemia,menstabilkan kadar kolesterol dalam darah, baik untuk diet, dan masih banyak lagi. Gula aren juga dapat di jadikan olahan seperti gula kacang, gula semut yang selama ini memiliki nilai jual tinggi daripada di jual langsung.

Kata Ketua Panitia Fesifal Gula Aren, Miftakhul Aziz (28), diharapkan menumbuhkan inovasi-inovasi baru untuk lebih mempopulerkan gula aren Temanggung. ” Harga gula aren saat ini sangat murah sekali, sedangkan proses pembuatan sangat lama dan sulit,” katanya kepada jurnalis delikjateng.com, Suchafif Nur Rohman.

Di Kedopokan, lebih dari 80 persen adalah petani gula aren. Dalam sehari setiap titis (proses pembuatan gula) rata dapat memproduksi 2 kilogram, kemudian dipasarkan ke Temanggung, Sumowono, bahkan sampai Semarang.

Menurut Kepala Dusun Kedopokan, Imbuh Halwani (52), keistimewaan dari rasa gula yang dibuat petani di wilayahnya cukup menonjol. Rasa tersebut yang menjadikan gula ini laku di pasaran.

” Kelebihan gula disini murni tanpa campuran, dan memiliki rasa yang lebih manis dan harum dari pada gula aren yang sudah di campur” tambahnya.(suchafif)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan