Tradisi Perang Air Jelang Ramadhan

Perang Air Jelang Ramadhan

MAGELANG,delikjateng.com – Berbagai cara dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Tradisi berbeda dilakukan oleh warga Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Magelang.

Ratusan warga, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, tumpah ruah dalam tradisi Bajong Banyu, atau tradisi perang air. Tradisi seperti ini sudah dilakukan selama bertahun-tahun menjelang bulan puasa.

“Tradisi Bajong Banyu atau tradisi perang air ini sudah dilakukan selama bertahun-tahun oleh masyarakat”, kata panitia, Gepeng Nugroho.

Sebelum dilakukan tradisi Bajong Banyu, warga mengambil air dari sendang yang ada di dusun setempat. Pengambilan air tersebut dilakukan dengan menggunakan kendi dan didoakan terlebih dahulu.

“Air yang diambil dari mata air tersebut selanjutnya digunakan untuk membasuh muka oleh masyarakat,” tambahnya.

Tradisi dilanjutkan dengan perang air, yakni saling melemparkan plastik yang diisi dengan air secara acak. Terjadi saling lempar air antar warga tanpa memandang usia dan jenis kelamin.

“Perang air ini sebagai simbol untuk mensucikan diri menjelang bulan Ramadhan. Dengan saling lempar ini, tidak akan ada rasa dendam karena dilakukan dalam nuansa bersenang-senang,” terang Gepeng.

Selain untuk mensucikan diri, tradisi Bajong Banyu tersebut juga bertujuan sebagai ajang guyub rukun antar tetangga.

Salah satu warga, Nuryanto menjelaskan, sangat senang setelah mengikuti tradisi Bajong Banyu tersebut, meski harus pakaiannya basah kuyup setelah terlempar air.

“Diharapkan setelah mengikuti tradisi Bajong Banyu tersebut, dalam melaksanakan ibadah puasa bisa dengan khidmat,” terangnya.

(Aji)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan