Tiga Penjudi Digrebek Polisi di Sebuah Warnet

Ketiga tersangka dan barang bukti

TEMANGGUNG, delikjateng.com – Tiga pelaku judi online berjenis rolet di tangkap polisi saat bermain judi di sebuah warnet Marux di Jl. Bulu Km 6 Dusun Wolodono Desa Bulu Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Mereka sudah satu tahun bermain judi rolet tersebut, dan bisa menghabiskan uang seratus ribu rupiah hingga satu juta rupiah.

Kabag Humas Polres Temanggung Heni Widiyanti pada Rabu (13/2) menjelaskan, penangkapan tersebut bermula dari Polsek Bulu yang menerima laporan dari masyarakat, bahwa di salah satu warnet sering di jadikan tempat judi online.

“ Ternyata betul bahwa pada saat itu juga ada dua tempat yaitu ruang nomer dua dan nomer tujuh, kemudian pada saat itu juga dilakukan penggeledahan dan barang bukti yang digunakan beserta pelaku di bawa ke polsek Bulu untuk di mintai keterangan” katanya.

Tiga pelaku tersebut ialah Tofa Sudarsono (27) warga Celengan, Desa Pandemulyo Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Fahrur alias Ayung (33) warga Mranggen Tengah, Desa Mranggen Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung, dan Nur Khamid (42) warga Mranggen Tengah, Desa Mranggen Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung.

Pengakuan dari salah seorang tersangka Tofa mengatakan, ia sudah hampir satu tahun bermain judi rolet tersebut, dalam sekali permainan bisa menghabiskan uang seratus ribu rupiah hingga satu juta rupiah.

“nggak tentu mas bisa kalah bisa menang, sekali menang paling ya tiga ratus ribu sampai empat ratus ribu, kadang keuntungan terbesar mencapai satu jutaan mas” akunya.

Bapak satu anak tersebut biasanya bermain judi online melalui telepon genggam miliknya, dalam pertaruhan uang tersebut ia bertransaksi melalui kartu ATM BRI.

Dari tangan para pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 3(tiga) unit monitor, 3(unit) CPU, 3(tiga) buah keyboard, 3(tiga) buah mouse, 2(dua) unit headset, 2(dua) kabel line internet berukuran lima meter,

Selain itu turut diamankan barang bukti 1(satu) unit kabel line internet berukuran enam meter, 1 (satu) ATM BRI, dan 1(satu) buku tabungan a.n Kirno. Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan pasal 303 subsider pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya 10(sepuluh) tahun penjara.

(Suchafif)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan