Peresmian jembatan bersejarah

soft launching kali progo kranggan

TEMANGGUNG, Delikjateng.com – jembatan bersejarah yang yang terletak di Galeh dan di Progo Kranggan kini telah di bangun kembali dengan menghabiskan dana sebesar 23,6 milyar rupiah, telah selesai dibangun dan telah diresmikan oleh bupati Temanggung H.M Al Khadziq, Selasa (21/5) pagi tadi.

Saat soft launching dua jembatan sekaligus, turut hadir dalam acara tersebut dari Kodim 07/06, Polres Temanggung, kejaksaan Negri, Foprkominda dan instansi terkait.

Jembatan Progo Krangan di bangun dengan bentang 60 meter dengan lebar 9 meter dan pondasi berjenis Bore Pile menggunakan rangka baja. Untuk jembatan Galeh hanya berbeda ukuran sedikit yaitu bentang 40 meter, lebar 9 meter, dan pondasi berjenis sumuran.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional tujuh Semarang, Insinyur Ahmad Cahyadi mengatakan, Jembatan yang pengerjaanya mulai dari akhir tahun 2017 tersebut di perkirakan umurnya mencapai diatas 50 tahun.

“kita minta masyarakat Temanggung dan sekitarnya mari kita saling jaga saling pelihara, walaupun tugas utamanya dari kita tetapi kontribusi dari masyarakat sangat penting sehingga yang kita rencanakan selama 50 tahun bisa teroptimalkan” katanya.

Untuk kesiapan jalur mudik lintas tengah yang meliputi Semarang, Bawen, Secang, Temanggung, Wonosobo, Banjar Negara, sampe ke Purwokerto dinilai cukup bagus meskipun di beberapa tempat masih terdapat jalan yang sempit.

Dengan dibangunya kedua jembatan yang berada di jalan nasional tersebut di harapkan dapat mengurai kemacetan saat mudik lebaran khususnya di jembatan Galeh Parakan yang tahun kemarin menjadi tempat antrian kendaraan.

Bupati Temanggung, H.M Al Khadziq mengatakan pemerintah kabupaten Temanggung punya prioritas mengusulkan kepada Direktorat Jendral Bina Marga melalui satker Jawa tengah untuk melakukan pelebaran ruas jalan dari Temanggung ke Parakan melalui kedu yang masih sempit.

“jalan sempit itu setiap tahun hanya di perbaiki kualitasnya, tetapi problemnya bukan hanya itu, tapi problemnya karena terlalu sempit juga jalanya jadi perlu ada pelebaran jalan. Sesungguhnya tanah sudah lebar disitu hanya mungkin potong pohon – ppohon saja” katanya.

Selain itu Bupati Temanggung juga mengusulkan agar jalan lingkar Temanggung yang melalui Walitelon dan Maron agar dibuatkan sodetan langsung ke jalan nasional di ruas Kedu agar tidak ada krodit macet di pertigaan Maron.

(Suchafif)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan