Pemerintah Temanggung Akan Mengawal Penjualan Hasil Panen Tembakau

Panen Tembakau

TEMANGGUNG, Delikjateng.com – Pemerintah Kabupaten Temanggung mengupayakan untuk memastikan agar proses penjualan hasil panen tembakau dapat memberikan kesejahteraan bagi semua pihak, khususnya kalangan petani, pedagang dan para grader. Upaya tersebut melalui pembentukan gugus tugas pertembakauan untuk mengawal panen raya tembakau tahun 2019. Gugus tugas tersebut dibentuk melalui Surat Keputusan Bupati Temanggung.

Koordinator Humas Gugus Tugas Pertembakauan, Edy Cahyadi mengungkapkan, gugus tugas pertembakauan ditetapkan melalui SK Bupati Nomor 510/369 Tahun 2019 tanggal 28 Agustus 2019. Bertindak sebagai Pengarah Gugus Tugas Pertembakauan adalah Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq, Pembina oleh Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo dan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, serta di Ketuai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Temanggung, Agung Prabowo.

Menurut dia, tim gugus tugas pertembakauan tersebut dibantu beberapa bidang, yakni Bidang Budidaya, Bidang
Industri dan Perdagangan, Bidang Humas, Bidang Aduan Masyarakat, Bidang Lobby dan Negosiasi. Bidang-bidang tersebut dipimpin oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di Pemkab Temanggung dan beberapa Camat sejumlah wilayah daerah pertembakauan di Temanggung.

Menurut dia, dengan dibentuknya gugus tugas tersebut, tim akan mengawal agar usaha pertanian dan perdagangan
tembakau dari tingkatan petani, pedagang dan pabrikan, dapat berjalan lancar dan saling menguntungkan. Pemerintah kabupaten mengharapkan, dengan dibentuknya tim ini kedepan tidak ada pihak yang dirugikan dalam
proses bisnis pertembakauan, serta menjamin keadilan ekonomi di masing-masing tataran pelaku pertembakauan.

“Sebagaimana diketahui, sebanyak 14 dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Temanggung adalah daerah penghasil tembakau yang terkenal, sebagai tembakau terbaik dengan kadar nikotin paling tinggi di dunia. Selama beberapa tahun terakhir, para petani mengeluhkan harga jual tembakau yang terlalu rendah, sehingga merugikan petani karena biaya produk yang semakin tinggi,” ungkapnya Rabu (28/8) kemarin.

Menurut dia, tembakau di Temanggung selama ini diserap oleh beberapa pabrikan rokok kretek, dua diantaranya merupakan perusahaan kretek besar yakni PT Gudang Garam Kediri dan PT Djarum Kudus. Pembentukan tim gugus tugas, lanjut dia, sebagai bentuk komitmen Pemkab Temanggung dalam melindungi dan mensejahterakan masyarakat dunia pertembakauan di seluruh wilayah Kabupaten Temanggung.

Tim gugus tugas pertembakan akan memantau harga penjualan tembakau baik di tingkat petani, pedagang, maupun di gudang-gudang pembelian milik pabrik rokok kretek. Selain itu juga melakukan dan pensikapan dan mengkoordinasikan dengan berbagai pihak mengenai berbagai permasalahan yang mungkin timbul di lapangan. Tim ini juga akan melaksanakan pendampingan mulai dari proses perdagangan tembakau baik di tingkat petani, pedagang grader atau pabrikan.

Senada Koordinator Pengaduan Masyarakat Gugus Tugas Pertembakauan, Syamsul Hadi menambahkan, gugus tugas dibentuk untuk menciptakan iklim usaha pertembakauan yang sejuk, kondusif, dan adil dalam proses perdagangan tembakau di Temanggung. Fungsi gugas tugas untuk memastikan proses perdagangan tembakau cari tingkatan petani, pedagang dan pabrikan berjalan dengan lancar dan tidak ada yang dirugikan serta menjamin keadilan di masing-masing tataran.

Dijelaskan, tim gugus tugas juga akan menerima aduan dari masyarakat pertembakauan terkait dengan proses perdagangan atau hal-hal yang sekiranya tidak sesuai dengan harapan. Pengaduan dapat disampaikan secara langsung dengan datang ke Posko Pengaduan di Sekretariat Gugus Tugas Pertembakauan Pemerintah Kabupaten Temanggung, kompleks Kantor Setda Temanggung Lantai 1 atau Ruang Asisten Perekonomian dan Pembangunan.

Untuk yang akan mengadukan melalui sambungan ponsel juga bisa melalui hotline SMS di nomor 082329292030. Untuk layanan dibuka pada hari kerja, untuk Senin-Kamis layanan dibuka dari pukul 08.00-16.00. Sedangkan hari Jumat layanan dibuka pukul 08.00-11.00. “Jika masyarakat pertembakauan merasa ada yang dirugikan dalam proses perdagangan tembakau silahkan bisa melaporkan kepada kami,” pungkasnya.

(Suchafif)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan