Peken Lepen Traji , Destinasi Wisata Kuliner Trasidisional Temanggung

Peken Lepen Traji

TEMANGGUNG delikjateng.com – Peken Lepen yang artinya pasar sungai terletak di Desa Traji Parakan Temanggung menjadi destinasi wisata kuliner dan budaya baru di Temanggung. Lokasi  tidak jauh dari Sendang Sidhukun Traji Parakan Temanggung, dikemas secara tradisi dan etnik tempo dulu sebagai pengembangan ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep di era ekonomi  baru mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan diterjemahkan Pemuda Karang Taruna Desa Traji menjadi destinasi wisata kuliner

etnik.

Peken Lepen, pasar tradisional  yang  dibuka setiap dua minggu pada hari Minggu Pahing dan Minggu Legi layak dikunjungi terutama bagi wisatawan yang rindu jajanan tempo dulu. Aneka jajanan tradisional,seperti mawot, tiwul, gethuk, dadar gulung, candil, wedak uwuh, kupat tahu, sego kuning, gedang godok, dawet, kimpol, bajingan, rondo kemol, jenang lot, dll dapat dijupai.

“Jajanan yang kini hilang dapat saya temui di pasar ini, kehadiran pasar ini layak dikunjungi bagi orang seusia saya yang rindu jajanan tradisional, “ ujar Agus Julasno wisatawan dari Jakarta.

Semua diperjualbelikan murni hasil kreatif warga sekitar dengan berpakaian khas Jawa. Namun sebelumnya pembeli harus menukar uang dengan koin yang terbuat dari kayu dengan nilai satu koin setara Rp. 2.000,00.

“Keberadaan Peken Lepen bukan hanya sebagai terobosan ekonomi kreatif, namun juga bertujuan menyadarkan warga agar sadar wisata dan sadar potensi desa yang dimiliki,” kata Pujianto selaku Penggas Pekan Lepen.

Sendang   atau mata air yang pemanfaatan mulanya sebagai tempat mandi, pemeliharaan ikan, dan irigrasi  kini disulap menjadi pasar tradisional yang cantik mengenang  suasana tempo dulu. Pasar ini dilengkapi juga tempat pertunjukan panggung  terbuka sebagai tempat  pertunjukan kesenian daerah. Kesenian tari gambyong, warok, kuda kepang, topeng ireng, kobro siswo, campur sari  disuguhkan secara gratis.

“Peken Lepen selain sebagai wisata kuliner tempo dulu, juga sebagai media pelestarian nilai-nilai tradisi yang mulai ditinggalkan. Semoga masyarakat Traji mendukung dan nyengkuyung bersama-sama keberadaan Peken Lepen ini,” tegas Bimo selaku Pemuda Karang Taruna Desa Traji.

(Arintoko)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan