Pedagang Wanutengah Tolak Rencana Pembelian Kios Relokasi

Kios Wanutengah Permai
Kios lama yang akan dipindah (nariono/dj)

TEMANGGUNG, delikjateng.com – Para pedagang di Kios Wanutengah Permai Desa Wanutengah, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, menolak rencana pembelian kembali kios relokasi. Penolakan itu berkait dengan munculnya rumor, yang menyebut pemerintah akan mematok harga tinggi untuk penempatan pedagang di kios baru.

Ketua Paguyuban Pedagang, Supriyatno mengatakan, secara prinsip, pedagang sudah setuju perpindahan ke kios pengganti (baru). Akan tetapi, mereka menolak kalau diharuskan membeli atau membayar lagi untuk menempati kios baru.

Hal itu disampaikan karena belakangan beredar rumor pemerintah akan menetapkan harga tebus kios sebesar Rp 20 juta per unit. Untuk itu mereka akan minta solusi kepada pemerintah mengenai banyak persoalan, apabila mereka harus membayar lagi.

“Kami sudah berkomitmen. Pertama tidak akan menghalangi proyek pelebaran jalan hingga memindah kios di barat jembatan. Kedua, dari awal kami sudah minta jangan ada harga tebus untuk kios baru,” katanya.

Kata Supriyatno, sampai saat ini pemerintah tidak pernah membahas soal harga penempatan kembali di kios baru. Makanya munculnya rumor harga tebus tersebut menimbulkan kekhawatiran, jika pemerintah menetapkan harga tinggi.

Soalnya, mereka belum lama sudah membayar harga tebus sebesar Rp 17 juta per unit di kios lama, dengan masa hak pakai 10 tahun. Tapi baru berjalan sekitar 5 tahun sudah akan dipindah.

” Itulah makanya kami tidak mau membayar harga tebus lagi untuk menempati kios baru. Kalau sekedar administrasi nggak apa-apa,” ujar Supriyatno yang didukung sejumlah pedagang lainnya.

Sementara itu Kepala Desa Wanutengah, Feri Irawan saat ditemui sejumlah pedagang, menyatakan belum ada penentuan soal biaya atau harga pemakaian kios baru tersebut.

” Belum ada penentuan harga (Rp 20 juta-Red) seperti itu. Memang nanti pemerintah harus mengembalikan tanah, serta biaya- biaya lainnya, yang nantinya akan dibebankan kepada pedagang,” kata kepala desa.

Untuk keperluan tersebut, kades akan memperhitungkan untuk keringanan para pedagang, tapi juga harus menyelesaikan proses pengembalian biaya atas pembangunan kios baru. ” Jadi sama-sama ringan,” ujarnya.

Leave a Reply