Nasabah BKK Pringsurat Tidak Puas Penjelasan Gubernur

TEMANGGUNG, delikjateng.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertemu para nasabah BKK Pringsurat di Graha Bumi Phala Temanggung pada Kamis (31/1). Pertemuan itu kurang membuahkan hasil yang memuaskan bagi para nasabah.

Salah seorang nasabah Joko Yuono mengatakan tidak puas dengan penjelasan dari gubernur, yang mengatakan bertanggung jawab, dan uang para nasabah pasti akan di kembalikan tapi harus sabar. ” Kami sudah bersabar tiga tahun, kami nabung disana tidak mendapatkan apa – apa malah justru kami mempunyai beban hutang.” katanya.

Ia menjelaskan pada tanggal (30/1) nasabah ada kesepakatan dengan direktur yang intinya ada uang tahap awal sebanyak 25 milyar, kalau nasabah tidak mau menerima uang tersebut gubernur jateng tidak akan datang ke Temanggung dan tidak akan menyelesaikan.

Sehingga nasabah mau tidak mau harus menerima uang 25 milyar tersebut di tahun pertama mulai bulan Februari sampai bulan Desember mendatang, untuk pengembalian berikutnya akan di hitung kembali oleh pemilik berapa kemampuan daripada pemilik BKK Pringsurat.

” Sebetulnya harapan dari nasabah tidak seperti itu, karena PD BKK ini di dirikan berdasarkan perda provinsi dan pergub, bahwa pemilik harus tanggung jawab dan nasabah tidak mau tahu uang itu lewat tahapan dan sebagainya yang penting uang kembali seperti ketika kami menabung dan ketika BKK Pringsurat tidak ada masalah” jelasnya.

Gubernur Ganjar Pranowo menyampaikan perlu ada skim yang musti disampaikan sekaligus untuk menyelamatkan bank nya terlebih dahulu, ini merupakan praktek buruk perbankan menurutnya sudah awur – awuran termasuk auditornya, ia juga meminta kepada Kajari untuk meneruskan proses hukumnya.

” Ada cara dengan mekanisme internal kita, bergotong royong dan kemudian nanti kita alihkan ke Bank Jateng selebihnya kami dari pemprov dan pemkab nanti akan ikut bertanggung jawab selaku pemegang saham, jadi skim nya akan dibuat seperti itu” katanya.

Agar management nya bagus, Bank Jateng akan diminta untuk melakukan semacam lay up sistem, sehingga nanti dalam rangka penyalurannya bisa beres, untuk jadwalnya sudah tersedia.

“totalnya kira – kira semua 113 milyar, insya Allah tahun iki selesai, mungkin ada yang spesifik pada tahap berikutnya, seperti tadi ada yang teryata ada biliyet tapi biliyet kepada pribadi jadi ada pelaku orang individu yang istilah dia itu tidak tercatat di luar sistem, kalau sudah begitu kan kita tidak tahu” katanya.

Sementara itu Kajari Temanggung Fransica Juwariyah SH menambahkan, perkara tersebut sudah tahap satu ke tahap dua, mungkin minggu depan akan dilimpahkan ke pengadilan negri tipikor Semarang.

” Kalau untuk kerugian negara selama ini masih di angka 114 milyar, nanti kita akan kembangkan di pengadilan, lihat dulu seperti yang bapak sampaikan tadi, dia itu kemana, siapa yang terima, nanti kita akan telusuri lagi. kemungkinan masih ada tersangka lain” pungkasnya.

(Suchafif)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan