Melawan, Residivis Jambret Ditembak

Tersangka dan barang bukti sepeda motor yang dipakai untuk menjambret (foto kr)
Tersangka dan barang bukti sepeda motor yang dipakai untuk menjambret (foto kr)

TEMANGGUNG(delikjateng.com) – Kawanan jambret asal Banjarnegara, ditangkap di Temanggubg pada Selasa (11/4) siang. Satu diantaranya ditembak karena melawan saat akan ditangkap.

Ke dua kawanan tersebut masing masing Mafiransyah (24) dan Dedi Setyawan (27), warga Wanakarsa Kecamatan Wanadadi, Banjarnegara. Mereka ditangkap di sebuah SPBU oleh Anggota Satuan Sabhara Polres Temanggung, Brigadir Dua (Brigda) Devi.

Awal penangkapan terjadi ketika Brigda Devi tengah berpatroli menggunakan sepeda onthel di kawasan alun-alun, memonitor melalui HT terjadi aksi penjambretan. Dia lalu meminjam sepeda motor milik PKL di daerah itu untuk mengejar ke arah barat.

Diinformasikan, pelaku masuk di SPBU Manding. Saat itu Dedi berhasil ditangkap dengan. Selanjutnya diamankan ke Polres Temanggung untuk menghindari amukan warga.

Sedangkan Mafiransyah (24) melarikan diri ke pemukiman tidak jauh dari SPBU. Petugas akhirnya melepaskan tembakan karena melawan saat ditangkap di sebuah pos kampling di Kelurahan Manding.

Mafiransyah (24) diketahui adalah residivis kasus serupa, dan penadah pencurian di Kabupaten Banjarnegara. Dia saat ini menjadi target operasi (TO) Polres Banjarnegara.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo mengatakan, korban pelaku adalah Idha Krisnawati Andriyani (34) warga Dusun Pingit Desa Pingit Kecamatan Pringsurat Temanggung. Saat itu korban mengedarai sepeda motor Beat hendak ke Tembarak, melintas di Jalan raya Kranggan – Temanggung tepatnya di dekat Jembatan Sungai Progo Lingkungan Kenalan Kelurahan Kranggan Temanggung, tasnya dijambret oleh pelaku yang mengendarai Honda Verza.

“Kerugian yang dialami adalah tas berisi STNK, SIM, KTP, ATM, dua telphon genggam dan uang tunai Rp 200 ribu. Total kerugian Rp 3 juta. Tas kini dalam pencarian polisi karena dibuang di sungai untuk menghilangkan jejak,” katanya.

Dikatakan, polisi sengaja menembak tersangka karena melawan saat penangkapan. Selama ini diketahui sebagai residivis kasus yang sama. Petugas masih melakukan penyidikan pada dua tersangka, mereka dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan