Kapolres : Tindakan Kriminal, Terorisme dan Intoleransi Tetap Menjadi Prioritas

TEMANGGUNG, delikjateng.com – Kepolisian Resort Temanggung menerjunkan sekitar 450 personel yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP dan ormas masyarakat pada operasi Lilin Candi untuk pelayanan pada masyarakat dalam menjaga kondusivitas.

“Kami dirikan satu pos Pelayanan di Alun-alun dan 3 pos Pengamanan yang diberada di tempat strategis,” kata Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo, usai gelar pasukan, Jumat (21/12).

Masing-masing pos pengamanan bertanggung jawab pada keamanan sedikitnya 3 – 4 gereja. Mereka bertugas melakukan sterilisasi gereja sebelum kebaktian dan menjaga keamanan sepanjang kebaktian. Tiap gereja nanti dijaga sekitar 5 sampai 6 personel.

” Kejahatan konvensional seperti pencurian, copet dan judi tetap menjadi prioritas, selain pengawasan keamanan pada terorisme dan intoleransi. Kami berharap sinergitas dan soliditas tetap terjaga sehingga terjaga kondusivitas di Temanggung,” katanya.

Selain itu, perhatian juga diberikan terhadap dua jembatan di Parakan dan Kranggan yang karena belum jadi dalam pembangunan sehingga rawan kemacetan. Dan kejahatan pada libur natal dan tahun baru. “Nanti kami siapkan personel di lokasi atau jembatan untuk hindari kemacetan,” katanya.

Sementara itu Dandim 0706 Temanggung Letkol AY David Alam mengatakan pihaknya menerjunkan 1 satuan setingkat kompi atau 90 orang pada operasi Lilin Candi 2018. Mereka membantu tugas dari polri dalam pelayanan pada masyarakat.

“Kami siapkan pasukan TNI jika keamanan di Temanggung memburuk, yakni dari Yon Armed dan Yon 403 Yogyakarta,” katanya.

Sedangkan Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo mengatakan pemkab sangat mendukung operasi lilin candi karena sangat membantu dalam pelayanan pada masyarakat. “Kami libatkan kades dan lurah untuk mendeteksi kerawanan di daerah yang lalu dilaporkan pada pemerintah atau kepolosian untuk ditindak lanjuti,” katanya.

(Suchafif)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan