Hari Ini, Pembunuh Aditya Hisam Ditangkap polisi

Dua tersangka diamankan polisi

TEMANGGUNG, delikjateng.com – Polres Temanggung bersama Polsek Kedu telah melakukan pengungkapan kasus penganiayaan terhadap Aditya Hisam, anak di bawah umur yang berakibat meninggal dunia pada Senin (7/1).

Kejadian pada Sabtu (5/1) sektar 19.30 Awal mula pengungkapan perkara ini diawali pada Minggu (6/1) sekitar pukul 12.30 polsek kedu mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di lokasi persawahan di wilayah Kedu di temukan mayat tergeletak. Kemudian dari polsek kedu lakukan cek TKP

Kasat Reskrim Polres Temanggung, AKP Dwi Haryadi mengatakan, Setelah itu, Kapolres Temanggung membentuk tim khusus untuk melakukan pengungkapan perkara ini.

“ Mulai tadi malam tim telah berhasil mengungkap perkara ini. Kami telah menetapkan dua orang tersangka yang pertama saudara AD kemudian yang kedua saudara AG” katanya.

Tersangka AD (18) adalah warga Tlogomulyo dan AG (18) warga Kandangan. Kini keduabya mulai hari ini sudah di tetapkan sebagai tersangka, dan telah dilakukan penahanan oleh pihak kepolisian

Kejadian tersebut bermula pada hari Sabtu tersangka merayakan ulang tahun di Wilayah Kledung, setelah selesai para rombongan SMK tersangka itu bermaksud akan pulang namun sengaja melewati melewati di depan SMK milik korban.

“ Pada saat di TKP rombongan sudah di cegat oleh beberapa siswa di depan sekolahan kemudian terjadi tawuran. Akibat dari kejadian tersebut salah seorang meninggal dunia dengan luka sabetan celurit sedalam 13cm” jelasnya.

Berdasarkan keterangan tersangka, AD telah melakukan pemukulan terhadap korban dengan tangan kosong, setelah korban terjatuh tersangka AG bersama beberapa rekanya melakukan pengeroyokan terhadap korban yang sama.

Saat korban hendak menyelamatkan diri, AG kemudian mengambil celurit langsung melakukan pembacokan sebanyak tiga kali. Namun yang mengenai korban hanya sekali dan mengakibatkan luka yang cukup dalam.

“ Untuk barang bukti sementara yang bisa kita sita selain pakaian korban juga pakaian pelaku pada saat kejadian termasuk juga sarana sepeda motor yang digunakan pelaku, celuritnya sampai sekarang masih dalam pencarian kerena barang bukti di buang oleh pelaku” katanya.

Para tersangka akan dikenakan pasal 80 ayat (3) junto pasal 76 huruf (C) UU nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu satu 2016 perubahan kedua atas UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

“ Kami terapkan juga pasal berlapis 170 KUHP kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, ancaman hukuman 12 tahun dan pasal 351 ayat (3) penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman 7 tahun penjara,” tegasnya.

(suchafif)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan