Ganjar Akan Bantu Modal Ponpes, Sudirman Akan Beri Pensiun Petani

Ganjar Pranowo di Ponpes Al anwar
Ganjar Pranowo di Ponpes Al anwar ( foto narto)
Sudirman Said temui petani Desa Sitieng (foto narto)
Sudirman Said temui petani Desa Sitieng (foto narto)

WONOSOBO, delikjateng.com – Dua calon gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Sudirman Said menemui masyarakat di Kabupaten Wonosobo dalam waktu dan tempat berbeda. Mereka menawarkan fisi dan misi jika kelak dipercaya menjadi Gubernur Jawa Tengah.

Di Wonosobo, Ganjar Pranowo mengunjungi Pondok Pesantren Al Anwar di Desa Jawar, Kecamatan Mojotengah untuk bisa melihat pertumbuhan ekonomi. Dia ditemui Pengasuh Pondok KH Raden Mu’tikun Asnawi.

Kepada santriwan dan santriwati, Ganjar menekankan agar bisa menumbuhkan ekonomi pesantren sebagaimana yang sering diutarakan Presiden Joko Widodo. Yaitu melalui berbagai kegiatan dan keteampulan yang bisa dipasarkan.

Sedangkan Ganjar akan siap membantu pondok pesantren, utamanya Al Anwar dalam hal pengembangan perekonomian ponpes. Diantaranya akses modal dan pemasaran.

” Dengan cara itu, saya harapkan perekonomian di lingkungan pondok pesantren meningkat. Juga bisa menjadi bekal para santriwan dan santriwati di kemudian hari,” katanya.

Sementara itu Sudirman Said menemui petani kentang di Desa Sitieng, Kecamatan Kejajar, kawasan Pegunungan Dieng. Dia menawarkan program bisa mengupayakan dana pensiun untuk petani dan nelayan.

Hal itu dia sampaikan setelah mendengar keluhan petani kentang yang sering mengalami kesulitan dalam hal mendapatkan pupuk. Selain itu juga yarga jual hasil pertanian mereka sering kenimbulkan kerugian petani.

Kata Sudirman Said, dia akan lebih memperhatikan keluhan petani. Bahkan dia telah memiliki program untuk para petani yang sudah dalam usia senja dan tidak bisa produktif lagi.

” Semacam uang pensiun untuk petani dan nelayan. Itu perlu diperhatikan, setidaknya untuk menjamin hari tua sebagaimana pegawai pemerintah maupun karyawan swasta,” katanya sambil menambahkan, terkait besarnya pensiun masih akan dirumuskan.

Pemerintah tak boleh melupakan jasa petani dan nelayan. Selama ini mereka yang masih produktif taat membayar pajak, tapi diusia senja banyak yang dilupakan begitu saja.

(narto)

Leave a Reply