Enam JPTP Dilantik, Satu Terpaksa Disumpah di Rumah Sakit

Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq melakukan pengambilan sumpah jabatan Kepala Dinas Perhubungan
(Dishub) Supardiyono di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temanggung

TEMANGGUNG- Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq melakukan pengambilan sumpah atau janji jabatan satu pimpinan tinggi pratama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temanggung, Jumat (30/8) pukul 10.09. Pengambilan sumpah terpaksa dilakukan di rumah sakit, karena salah satu dari enam jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) yang dilantik, mengalami sakit sejak pulang dari ibadah haji di Tanah Suci.

Menurut Al Khadziq, terdapat enam JPTP yang dikukuhkan dan diambil sumpah atau janji jabatannya, kemarin. Lima JPTP dilantik di Pendopo Jenar Kabupaten Temanggung, satu JPTP di lantik di RSUD Temanggung. Keenam JPTP tersebut antara lain, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Agung Prabowo yang saat ini menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Temanggung.

Kemudian, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Temanggung Teguh Suryanto dan Kepala Dinas Perhubungan
(Dishub) Supardiyono, Kepala Dinas Kesehatan
(Dinkes) Supardjo, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sadwoko Heri Susatyo dan Sekretaris BKPSDM Temanggung, Sri Haryanto. “Empat JPTP ini sengaja kami lantik sekarang, karena sebelumnya belum bisa hadir. Ada yang sakit dan ada yang ibadah haji,” ujarnya.

Dijelaskan, satu pejabat yakni Supardiyono yang menempati jabatan barunya di Kepala Dinas Perhubungan terpaksa dilantik di rumah sakit, karena sedang terluka kakinya sejak dari Tanah Suci. “Kondisi sekarang dia masih terbaring di rumah sakit, menurut pertimbangan dokter ini yang bersangkutan tidak bisa untuk didatangkan di lokasi pelantikan, karena dia harus terbaring di tempat tidur, kakinya nggak boleh bergerak bergerak,” beber dia.

Dengan berbagai pertimbangan, jajaran Pemerintah Kabupaten Temanggung memang mengalah untuk datang ke rumah sakit, demi melakukan prosesi pelantikan kepada Supardiyono. Kenapa pelantikan dipaksakan di rumah sakit, Bupati Al Khadziq menyebutkan, hal itu karena menurut ketentuan, pihak yang bersangkutan harus dilantik paling lama 30 hari setelah tertanggal Surat Keputusan (SK) dikeluarkan.

“Ini untuk menghindari terjadinya kelebihan waktu, karena yang bersangkutan merupakan pejabat struktural. Jadi kalau pada tanggal 30 ini belum dilantikm, maka kasian yang bersangkutan akan kehilangan tunjangan strukturalnya. Karena berarti kalau dia nggak dilantik hari ini berarti dia tidak menjabat apa-apa. Kan itu hak-hak yang bersangkutan untuk mendapat tunjangan struktural itu, sehingga kita laksanakan hari ini nggak ada masalah,” terang dia.

Dijelaskan, dengan dilaksanakannya prosesi pelantikan di rumah sakit tersebut, juga secara hukum maupun secara konstitusi pelantikan tetap sah. Mengenai apa hal itu mengganggu masalah perawatan yang bersangkutan atau tidak, dia menyebut hal itu juga tidak masalah karena semuanya sudah atas asistensi dan pendampingan dari dokter rumah sakit, apakah pelantikan tetap bisa dijalankan dengan kondisi pasien yang demikian.

“Saya berdoa semoga yang bersangkutan cepat sembuh, cepat dapat menjalankan tugas-tugasnya di pos yang baru. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Temanggung kemudian menempati jabatan baru Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Temanggung. Semoga para JPTP yang dilantik bisa menyesuaikan diri di tempat barunya masing-masing,” harapnya.

(Suchafif)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan