Dua Tersangka Pengedar Tembakau Gorila Dibekuk Polisi

Tersangka dan Barang bukti diamankan Petugas (foto:suchafif)

TEMANGGUNG,delikjateng.com – S‎atuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Temanggung meringkus dua orang, yang merupakan pengedar dan pemakai tembakau Gorila atau ganja sintetis.

Kasatresnarkoba Polres Temanggung, AKP Sri Haryono, saat gelar perkara di Mapolres mengatakan, satu orang pengedar dan satu orang pemakai ditangkap secara terpisah, tapi keduanya diringkus di wilayah Kecamatan Parakan. “ Dua orang yang berhasil ditangkap saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Tersangka tersebut, Dwi Yuniyanto (21), warga Banyuurip, Desa Pasuruan, Kecamatan Bulu dan David Muhammad Rizki (23), warga Kampung Coyudan Utara, Kelurahan Parakan Kauman, Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung.

Terungkapnya kasus peredaran ganja sintetis ini, bermula dari adanya informasi yang disampaikan masyarakat. Keduanya ditangkap di Taman Bambu Runcing Parakan tepatnya di Kampung Coyudan.

Berdasar informasi itu, di Taman Bambu Runcing Parakan sering digunakan untuk transaksi tembakau Gorila ini. “Selanjutnya, ‎kami melakukan pengintaian dan penelusuran di wilayah tersebut. Benar saja, setelah melakukan pengintaian, di tempat tersebut sering dijadikan ajang transaksi barang terlarang itu,” ujarnya.

Dari pengembangan hasil penangkapan di Taman Bambu Runcing, polisi berhasil menangkap tersangka lain di tempat berbeda.

Dari tangan tersangka berhasih diamankan dua linting rokok tembakau Gorila seberat 76 gram, dua bekas bungkus rokok, dan sebuah smartphone warna hitam, dari tangan tersangka Dwi Yuniyanto.‎

Sementara, tersangka David Muhammad Rizki disita tiga bungkus narkotika jenis tembakau Gorila seberat masing-masing, 7,12 gram, 7,15 gram, dan 3,43 gram.

Selain itu, masih terdapat satu linting tembakau Gorila seberat 0,22 gram, satu kotak kardus kecil warna coklat, satu pak kertas rokok cap Pulau Singapura, satu pak kertas rokok Belalai Kuadrat, uang tunai hasil penjualan Rp 42 ribu, dan sebuah smartphone warna hitam.

Akibat perbuatannya para tersangka akan dijerat Pasal 114 Ayat 1 subsider Pasal 112 Ayat 1, lebih subsider Pasal 127 Ayat 1 huruf a UU 35/2009 tentang Narkotika, jo Permenkes RI 20/2018 tentang Perubahan Pengolongan Narkotika,

Dengan ancaman hukuman pidana paling cepat 4 tahun dan paling lama 12 tahun kurungan. Dan denda paling sedikit Rp 800 juta, paling banyak Rp 8 miliar.

(Suchafif)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan