Driver ojek online desak Pemkab cabut edaran larangan oprasional di Temanggung

ojol gelar konsolidasi dengan menejemen dari Wonosobo, di Taman Pengayoman Temanggung

TEMANGGUNG, Delikjateng.com – merasa tak nyaman beroprasional di wilayah Temanggung, paguyuban driver online Grab meminta agar Pemerintah Kabupaten untuk mencabut surat edaran tentang larangan oprasional driver online di Temanggung.

Berawal dari suatu masalah antara driver online dengan ojek konvensional, paguyuban driver grab menggelar konsolidasi dengan menejemen dari Wonosobo, di Taman Pengayoman Temanggung, pada Kamis (25/4) siang tadi guna mengantisipasi adanya kericuhan.

Hal itu diungkapkan oleh Budi Supriyatno selaku wakil ketua paguyuban Grab mengungkapkan, untuk masalah tersebut akan dibicarakan terlebih dahulu karena dari rekan – rekan driver punya ide atau gagasan yang harus di tampung.

“merasa terintimidasi sebetulnya tidak cuman kita berfikirnya kita itu pendatang, dari pangkalan (konvensional) kita anggap sebagai saudara tua. Kalau semisal ada suara – suara sumbang kita tidak anggap dari konvensional itu sendiri tetapi dari personilnya saja” ungkapnya.

Ia juga menjelasakan hasil dari rapat kepengurusan di balai Kelurahan Butuh (1/2) yang melahirkan kesepakatan bahwa Temanggung akan diuruskan dan dibuat perijinan oprasioonal driver online tanpa harus ada keributan dan kericuhan seperti di kota – kota lainnya.

Mereka berharap kepada pemerintah kabupaten untuk segera diberikan ijin oprasional, karena dari Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 2019 yang mengatur tentang ojek online dan transportasi roda dua atau lebih sudah turun.

Sejauh ini ojek online di Temanggung belum mendapatkan perlindungan dari Pemkab Temanggung terkait dengan regulasi “secara tertulis belum, tetapi dari sekian banyak driver kami yang beroprasi di Temanggung kita adakan semacam polling sendiri, rata – rata polling yang kita dapat lebih dari 80% mengatakan terbantu sekali” pungkasnya.

(Suchafif)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan