Diringkus Polisi Saat Judi di Bekas Kandang Ayam

Tersangka perjudian berhasil di amankan pihak kepolisian bersama dengan barang bukti

TEMANGGUNG, Delikjateng.com – empat tersangka yang sedang bermain judi berjenis dadu di pekarangan kandang ayam pinggir sungai siring bertempat di sekitar lingkungan Gemoh kelurahan Butuh Kecamatan Temanggung berhasil diringkus polisi.

Kassubag Humas AKP Henny Widiyanti mengatakan Kejadian bermula pada hari, Rabu (19/6) pukul 00.15 WIB pertugas dari Polres Temanggung mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di lingkungan Gemoh kelurahan Butuh Kecamatan Temanggung ada beberapa orang yang sedang melakukan perjudian.

“petugas langsung melakukan patroli di sekitar wilayah tersebut, dan benar saja ada beberapa orang yang sedang melakukan perjudian jenis dadu. Setelah itu petugas dari Polres Temanggung melakukan penggrebegan dan berhasil menangkap pelaku judi” jelasnya saat gelar perkara di Polres Temanggung, pada Rabu (26/6).

Namun saat penggrebegan, bandar judi yang bernama Ipin (25) berhasil melarikan diri, hingga kini bandar dadu tersebut masih dalam pengejaran polisi.

Para tersangka yang berhasil di amankan oleh petugas Polres Temanggung di antaranya, Supriyanto (40) warga Lingkungan Jetis Rt 05 Rw 01 Kelurahan Butuh Kecamatan/Kabupaten Temanggung, kemudian Riyanto (52) warga Lingkungan Jampiroso Selatan 04/04 Kelurahan Jampiroso Kecatama/Kabupaten Temanggung.

Lalu, Teguh Hariyono (44) warga Gang Kedasih 04/02 Kelurahan Butuh Kecamatan/Kabupaten Temanggung. Dan tersangka lain bernama Widodo (42) warga Padangan 04/03 Kelurahan Temanggung I, Kecamatan/Kabupaten Temangung.

Menurut pengakuan dari Widodo salah satu tersangka mengatakan perjudian tersebut durasinya baru saja di mulai berhubung uang yang terkumpul belum banyak, untuk taruhan mulai dari RP 5.000 sampai Rp. 20.000.

“hanya iseng kecil – kecilan untuk hiburan saja pak, awalnya ada yang lagi macing terus merapat, yang lain lihat juga pada pengen gitu pak” akunya.

Dari para tangan tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp. 664.000 yang terdiri dari beberapa pecahan, 1 buah pempurung kelapa untuk mengoncang mata dadu, 1 buah papan kayu dengan bentuk lingkaran sebagai alas batok, 6 buah mata dadu yang terbuat dari kayu.

Kemudian, 3 batang liling yang sudah digunakan untuk penerangan, 5 batang lilin yang belum digunakan, dan 1buah tas selempang kulit warna coklat. Atas Perbuatan Tersebut, Tersangka akan di jerat denga pasal primer 303 Sub Pasal 303 bis KUHPidana dengan ancaman hukuman selama – lamanya 10 tahun penjara.

(Suchafif)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan