BPJS Temanggung masih menunggak pembayaran ke sejumlah Rumah sakit

Kantor BPJS Kesehatan

TEMANGGUNG, Delikjateng.com – Kantor Layanan Operasional Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kabupaten Temanggung belum bisa menjamin, kapan klaim pembayaran BPJS Kesehatan kepada sejumlah rumah sakit dan masih memiliki piutang ke sejumlah rumah sakit di Temanggung. Namun demikian, denda keterlambatan pembayaran klaim untuk tagihan setiap bulan tersebut telah dibayarkan.

Kepala Kantor Layanan Operasional BPJS Kesehatan Kabupaten Temanggung, Susilo Budi Iswati mengungkapkan, tunggakan yang belum dibayarkan kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Temanggung kurang lebih mencapai Rp 20 miliar.

“Jumlah ini belum termasuk dengan sejumlah rumah sakit lainnya yang bermitra dengan BPJS Kesehatan Temanggung. Selain RSUD juga ada RSK Ngesti Waluyo Parakan, PKU Muhammadiyah dan Rumah Sakit Gunung Sawo,” ujarnya.

Menurut dia, jumlah klaim pembayaran BPJS Kesehatan kepada masing-masing rumah sakit tersebut berbeda-beda, namun piutang yang paling besar dari RSUD Temanggung, mencapai kurang lebih Rp 20 miliar. Diakui, pihaknya memang belum bisa memenuhi kewajiban membayarkan klaim jaminan kesehatan yang diajukan RSUD Temanggung sejak bulan April, Mei dan Juni. Hal itu karena menjadi persoalan dari nasional. Namun, klaim pembayaran tersebut saat ini sudah menjadi piutang BPJS Kesehatan.

Dikatakan, sebenaranya pihaknya akan membayarkan tagihan klaim dari sejumlah rumah sakit yang ada di Temanggung tepat waktu. Sebab jika terlambat membayar ke rumah sakit, maka akan terkena denda ganti rugi satu persen dari total klaim yang harus dibayar setiap bulan.

Sebab katanya, keterlambatan pembayaran klaim BPJS Kesehatan akan dihitung denda secara berjalan. Untuk besaran denda sendiri satu persen dihitung sesuai dengan jumlah klaim atau tagihan setiap bulan.

“Artinya kalau banyak denda yang harus dibayarkan, BPJS Kesehatan juga rugi. Apalagi waktu untuk melunasi juga semakin lama, dendanya juga akan semakin bertambah. Tapi mau bagaimana lagi memang kondisi ini bukan hanya di Temanggung,” ujarnya.

Pihaknya mengharapkan sejumlah rumah sakit tetap bersabar dan bisa mengajukan klaim pembayaran tertib setiap bulannya, sebelum akhir bulan. Hal itu agar pihaknya bisa melakukan proses lebih lanjut, yakni memanfaatkan waktu untuk melakukan verifikasi.

“Awalnya ritme pengajuan klaim dari RSUD sudah bagus, tapi akhir-akhir ini sedikit ada permasalahan. Klaim kemudian diverifikasi dan akan diajukan ke BPJS Cabang Magelang,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, BPJS Kesehatan masih mempunyai tunggakan yang belum terbayarkan kepada RSUD Temanggung. Tunggakan tersebut kurang lebih selama lima bulan yakni mulai April, Mei, Juni, Juli dan Agustus. Diawal tahun 2019 mulai bulan Januari, Februari dan Maret, tagihan klaim BPJS Kesehatan bisa dibayar secara lancar, namun setelah itu sampai hari ini BPJS Kesehatan belum juga memenuni pembayaran tagihannya.

“Alasan BPJS Kesehatan belum mampu membayar tagihannya ini, karena sampai saat ini mereka belum juga memiliki dana untuk melunasi tagihan tersebut. Namun kami terus berusaha mengklaim tagihan tersebut ke BPJS. Hampir 90 persen pembayaran pengobatan di RSUD Temanggung mengunakan BPJS Kesehatan, sedangkan pasien yang tidak mengunakan BPJS hanya kisaran 10 persen saja,” ungkap Direktur RSUD Temanggung, Artiyono.

Tunggakan yang belum terbayarkan BPJS Kesehatan ini sangat mempengaruhi operasional RSUD. Jika kondisi ini tidak segera teratasi maka akan berdampak pada operasional juga. Untuk itu, pihaknya telah mengajukan pinjaman uang sebesar Rp 25 miliar kepada Bank Jateng Cabang Temanggung. Langkah pinjaman ditempuh karena kondisi saat ini managemen rumah sakit kuwalahan membayar para karyawan serta untuk kebutuhan rumah sakit lain

(Suchafif)

Tinggalkan Balasan