BPBD Pasang Alat EWS di Kawasan Rawan Bencana

Rawan bencana longsor

TEMANGGUNG, delikjateng.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngandi telah memasang sistem peringatan dini bencana alam (Early Warning System/EWS) di 64 titik yang merupakan daerah rawan bencana. Juga menyiapkan posko bencana di beberapa daerah, berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan relawan.

Beberapa daerah yang didirikan posko antara lain Temanggung untuk mengampu kecamatan Temanggung, Tlogomulyo, Bulu, Tembarak, dan Kedu. Posko Parakan mengampu wilayah Kecamatan Ngadirejo, Parakan, Kledung, dan Bansari.

“Posko Candiroto mengampu wilayah Kecamatan Candiroto, Tretep, bejen, dan Wonoboyo. Untuk posko Kaloran mengampu wilayah Kaloran, Pringsurat, Kandangan, Gemawang dan Kranggan. Setiap posko ada 10 personil, mereka bsiaga 24 jam secara bergantian” katanya.

Ia menghimbau agar masyarakat di daerah rawan bencana untuk selalu waspada, terutama jika terjadi hujan deras dalam durasi yang lama.

“ Saya kira masyarakat lebih paham baik dengan ilmu titen atau ilmu tradisional, kalau hujan lebat mereka berteduh di tetangga yang lebih aman” tambahnya.

BPBD juga telah memasang sistem peringatan dini bencana alam (Early Warning System/EWS) di 64 titik yang merupakan daerah rawan bencana.

“di wilayah Kabupaten telah di pasang sejak tahun 2016 di 19 kecamatan dari 20 kecamatan kecuali Kecamatan yang tidak di pasang EWS” tuturnya.

Sejumlah EWS yang di pasang tersebut, rata – rata satu desa di pasang satu EWS di salah satu dusun yang dianggap paling rawan bencana.

Ia berharap melalui pemasangan EWS dapat mengurangi resiko dan masyarakat bisa menyelamatkan diri sebelum terjadinya bencana alam.

(Suchafif)

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan