Bawang India Masuk, Petani dan Pedagang Gulung Tikar

dengan kejengkelanya para pedagang membakar barang daganganya
dengan kejengkelanya para pedagang membakar barang daganganya

Liputan K.Rafael

TEMANGGUNG(delikjateng.com) – Harga bawang merah dan bawang putih di pasaran tradisional daerah Kabupaten Temanggung anjlok total. Itu terjadi akibat membanjirnya bawang asal India yang sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Sejumlah pedagang di Pasar Parakan menuturkan, saat ini harga bawang merah di pasaran hanya dalam kisaran Rp 12.000 per kg. Harga tersebut anjlog dari sebelumnya yang tembus pada kisaran Rp 20 hingga Rp 24.000 per kg.

Puluhan pedagang yang kecewa atas peristiwa itu akhirnya menunjukan kejengkelanya, dengan membakar dagangan mereka beberapa waktu lalu. Mereka juga mengadukan permasalahannya dengan mendatangi Gedung DPRD.

Kepada anggota dewan,  petani dan pedagang bawah merah yang tergabung dalam Asosiasi Petani Bawang Merah Lokal mengadukan nasib karena. Karena imbas impor bawang merah yang kini tengah masuk di pasar lokal Temanggung, benar benar telah dirasakan merugikan harga jual bawang lokal.

Kata Triyono (41), bawang merah impor asal India telah membanjiri pasaran Temanggung dalam jumlah cukup besar. Akibatnya harga bawang lokal anjlok.

Berdasarkan informasi yang dia terima, ada 20 kontainer bawang merah impor masuk lewat pelabuhan Surabaya.  Pria yang sehari-hari jualan di Pasar Legi Parakan itu meminta anggota dewan untuk melakukan pengecekan langsung terkait legalitas dokumen perizinan impor kepada pemerintah pusat.
Padahal sepengetahuannya, bawang merah impor hanya diperuntukkan bagi kebutuhan industri, bukan diperjualbelikan secara bebas di pasar tradisional sebagaimana yang terjadi di Temanggung. ” Kami mohon, anggota dewan yang terhormat segera mengecek ke pasar-pasar,” pintanya.

Sejak bawang merah impor masuk, harga bawang merah lokal yang sebelumnya bisa menembus kisaran Rp 18.000 sampai Rp 25.000 per kilogram jatuh ke angka Rp 11.000 sampai Rp 12.000 per kilogramnya. Sedangkan bawang merah asal Brebes maksimal hanya laku Rp 20.000 per kilogram.

Padahal  60 persen hasil panen bawang merah lokal milik petani asal Temanggung yang ditanam di lereng lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau, secara rutin dipasarkan ke Jawa Timur. Setiap tahun petani Temanggung bisa menghasilkan 6.000 sampai 7.000 ton bawang merah lokal yang rutin dipasarkan ke Jawa Timur. Kalau bawang merah impor masuk, tentunya ini bisa terancam,” akunya.

Ketua Komisi B DPRD  Temanggung Slamet Eko Wantoro, berjanji dalam waktu dekat  akan menggelar rapat pertemuan dengan sejumlah instansi terkait guna membahas masalah masuknya bawang merah impor. Masalah bawang merah impor yang berimbas pada jatuhnya harga bawang merah lokal, disebabkan adanya tumpang tindih antara kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan serta Kementerian Pertanian.

“Masalah ini akan kita bawa kepada pemerintah pusat dengan cara menyurati Presiden Joko Widodo secara langsung,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bambang Sukarno meminta agar perdagangan bawang merah impor di wilayahnya segera dihentikan. Ia meminta agar aparat berwenang mencari aktor yang selama ini bermain, bila perlu melanjutkan ke proses hukum.

“Pokoknya cari dan tangkap saja oknum yang berani memasukkan bawang merah impor ke Temanggung,” tegas Bambang.

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan