Aturan Menerbangkan Balon Udara Disepakati

Penandatanganan kesepakatan menerbangkan balon udara di Wonosobo
Penandatanganan kesepakatan menerbangkan balon udara di Wonosobo

Liputan Achmat K Rafael

WONOSOBO,delikjateng.com –
Meskipun sempat alot, komunitas balon udara Kabupaten Wonosobo, bisa menyepakati larangan menerbangkan balon udara. Kesepakatan itu dituangkan bersama perwakilan Airnav Indonesia Distrik Semarang, Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya, Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam rapat kooordinasi dan sosialisasi penerbangan balon udara di Ruang Mangunkusumo Setda Kabupaten Wonosobo, Kamis.

Kesepakatan tersebut ditandatangani Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, Kapolres Wonosobo AKBP M Ridwan, dan Dandim 0707 Wonosobo, Letkol CZI Dwi Hariyono sebagai unsur representasi Pemkab Wonosobo, serta pihak Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya, Airnav Distrik Semarang, Perwakilan Camat di Kabupaten Wonosobo, dan perwakilan komunitas balon udara.

Tiga Poin yang dituangkan dalam nota kesepahaman, meliputi kesanggupan untuk tidak menerbangkan balon udara yang dapat membahayakan keselamatan udara, penumpang, atau mengganggu keamanan dan ketertiban umum, atau merugikan harta benda milik orang lain.

Balon udara yang diterbangkan harus dengan cara ditambatkan, sehingga bisa dikontrol ketinggiannya. Sebab balon udara bebas tanpa awak dapat membahayakan keselamatan penerbangan, serta gangguan atau pemadaman listrik.

Perwakilan Airnav Indonesia Distrik Semarang, Muji Subagiyo mendorong masyarakat tahu bahaya yang ditimbulkan balon udara terhadap lalu lintas penerbangan. Dalam sehari Airnav Indonesia harus mengatur puluhan ribu penerbangan pesawat, termasuk penerbangan internasional antarnegara.

“Penerbangan yang melintas di atas Pulau Jawa terhitung sangat padat. Dalam beberapa bulan terakhir, laporan dari pilot yang melihat langsung balon udara saat mereka menerbangkan pesawat meningkat drastis,” ujarnya.

Salah satu wakil komunitas balon udara dari Kalikajar, Wonosobo, Subkhi mengatakan bisa menerima nota kesepahaman tersebut, karena pada akhirnya tradisi balon udara di Wonosobo tidak hilang.

“Kami menunggu aturan atau regulasi lanjut dari pihak Airnav dan Kementerian Perhubungan, termasuk teknis menerbangkan balon beserta izin yang harus diurus,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan