Warga Bentar Unjuk Rasa Soal SPBU

unjuk rasa
warga dukuh bentargelar aksi menolak pembangunan SPBU foto : rae

PEMALANG,delikjateng.com – Masa yang mengatasnamakan LSM Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) bersama warga Dukuh Bentar, Desa Beluk Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, menggelar aksi menolak pembangunan SPBU.

Mereka yang bermukim di lingkungan sekitar pembangunan SPBU, berkonvoi menuju ke lokasi Pembangunan SPBU yang berjarak sekitar 300 meter. Spanduk yang bertuliskan Pembangunan SPBU ini di duga Ilegal dibentangkan, serta alat peraga lainya.

Juru bicara aksi, Kirno dan Adi Satriyo, menyampaikan alasan dari unjuk rasa itu karena SPBU diduga belum melengkapi perijinan, terutama ijin lingkungan setempat (Hinder Ordonantie). Mereka menuntut pengusaha SPBU bersedia memenuhi tuntutan warga Dukuh Bentar apabila ingin melanjutkan pembangunan SPBU.

Beberapa tuntutan disampaikan, agar pihak SPBU segera membuat sodetan air menuju ke suangai di sebelah kanan SPBU, mengecor jalan yang berada disebelah kanan lokasi SPBU. ” Juga mendata warga yang tempat tinggalnya berdekatan dengan SPBU sampai radius 100 meter, agar diberikan jaminan keselamatan dan kesehatan, karena hal ini terkait dengan adanya kegiatan SPBU,” kata Kirno.

Dia juga menuntut pihak SPBU untuk mengutamakan warga sekitar dalam merekrut karyawan SPBU, pemilik SPBU bersedia menjadi warga Desa Beluk dan bisa menunjukan bukti ijin lingkungan/HO,

“Karena kami curiga kenapa ijin pembangunan SPBU bisa dikeluarkan oleh dinas terkait di Kabupaten Pemalang,” tambahnya.

Warga minta hentikan pembangunan SPBU sebelum ada kesepakatan dengan warga Dukuh Bentar.

Kapolsek Belik, AKP Suryanto sempat mengingatkan pengunjuk rasa agar untuk berada di tempat yang disediakan. Karena mereka sempat memenuhi jalan raya, dengan alasan orasinya tidak di tanggapi oleh pejabat setempat.

Sementara itu Camat Belik menemui para pengunjuk rasa dan berjanji akan menyampaikan tuntutan warga. Rencananya Hari Senin (31-07-2017) akan diadakan mediasi antara pemilik SPBU dengan perwakilan warga Dukuh Bentar dengan mediator Camat Belik

Setelah mendapat penjelasan dari Camat Belik, para pengunjuk rasa membubarkan diri. (rae kusnanto)

Tinggalkan Balasan