Rob di Tirto dan Wonokerto Semakin Parah

banjir kajen

Liputan Tim Biro Pekalongan

KAJEN,delikjateng.com– Rob yang menggenang pesisir Kecamatan Tirto dan Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan dalam beberapa hari bertambah parah. Ribuan rumah serta lahan tambak dan sawah warga tergenang sehingga masyarakat kesulitan beraktifias.

Di Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, banyak warga yang terpaksa meninggalkan rumah. ” Sejak awal Mei lalu, saya sekeluarga meninggal rumah numpang di rumah saudara lain desa, karena setiap hari tergenang air rob,” kata warga setempat.

Kekhawatiran warga karena air rob bisa mengganggu kesehatan, makanya banyak diantara mereka memilih pergi dari rumah. ” Di kaki rasanya gatal-gatal dan anak sering masuk angin. Tetangga sebelah rumah saya juga sama meninggalkan rumah,” timpal warga lainya.

Namun juga banyak warga tetap berada di rumah, meski dalam kondisi kebanjiran rob. Kondisi rob juga membuat para petani tak bisa beraktifitas lahan mereka yang sudah terendam.

Ahmadi (51), penggarap lahan pertanian di daerah tersebut mengungkapkan, para petani lainnya juga terpaksa harus meninggalkan lahan pertanian karena tergenang rob tinggi.

“Rob sudah luber dari lahan pertanian ke jalan. Jadi, apalagi yang mau digarap. Kami hanya bisa menunggu. Tapi sepertinya ini akan lama, karena sudah sebulan ini tidak surut-surut, bahkan semakin tinggi,” kata Ahmadi (51).

Sementara itu Pemkab Pekalongan melakukan tinjauan lokasi, dan akan melakukan langkah-langkah sementara untuk melakukan penanggulangan rob serta pengamanan masyarakat setempat.

Bupati Pekalongan, Amat Antono, bersama Anggota Komisi 8 DPR RI, Bisri Romli dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), anggota komisi 8 DPR RI, serta seluruh instansi terkait turun lapangan melakukan peninjauan untuk penanganan sementara.

Bupati juga telah menggelar rapat koordinasi dan menyatakan bahwa kondisi rob di dua kecamatan yakni Tirto dan Wonokerto sekarang ini masuk kategori darurat bencana, dan harus segera dilakukan penanganan sementara.

Penanganan rob yang sudah masuk darurat bencana itu, harus dilakukan melalui program jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Jangka pendek akan dilakukan usulan ke BNPB agar mendapatkan bantuan pusat, serta akan segera diturunkan bantuan.

Sedangkan langkah sementara di lapangan untuk penanggulangan bencana tersebut, di daerah Jeruk Sari akan dibuatkan Jeti atau tanggul menggunakan batu alam yang dapat menghalau luapan air laut, serta pompa penyedot air.

ads

Related posts

Tinggalkan Balasan