Umi Kulsum Motivasi Penyandang Disabilitas Blora Di Tengah Covid – 19

Komunitas DBM (Difabel Blora Mustika)

Blora, delikjateng.com – Pandemi coronavirus disease (COVID-19) tak menjadi penghalang bagi para kaum difabel Blora untuk terus produktif untuk terus berkreasi .

Pandemi Covid-19 atau wabah corona, tidak keseluruhan dipandang sebagai bencana yang menghancurkan, tetapi juga bisa menjadi sumber inspirasi yang bisa mendatangkan keuntungan.
Hal itu pula yang dirasakan para penyandang disabilitas yang tergabung dalam komunitas DBM (Difabel Blora Mustika) yang ‘bermarkas di Jl Hasanuddin, RT 05, RW 01, Kamolan Blora.
Disatu sisi Covid 19 telah membuat menurun tajam omset penjualan berbagai usaha mereka pembuatan batik dan sablon. Tapi Covid itu pula, yang kemudian mendatangkan inspirasi, untuk membuat produk batik bermotif Corona. Dan belakangan dengan batik motif Corona tersebut, usaha batik DBM kembali bangkit.
Bertahan dari himpitan pandemic Covid dan jiwa terus semangat berkreasi para penyandang disabilitas di DBM Blora itu pula yang memantik rasa kagum Hj. Umi Kulsum atau yang akrab dipanggil Bu Kokok yang juga Calon Bupati Blora di Pilkada 2020.
Karena pertimbangan itu pula, Cabub No 3 pasangan UMAT (Umi Kulsum- Agus Sugiyanto) Senin (9/11/20) disela-sela kegiatan gowes paginya, ia mampir ke DBM yang dipimpin oleh Abdul Gofur.
“Saya memang sering sepedahan lewat sini, pagi ini saya sempatkan mampir, karena saya mau pesan masker untuk saya bagi-bagikan kepada masyarakat saat giat sepedahan pagi” papar Bu Umi (panggilan akrab isteri Bupati Blora).
Menurut Cabub Blora No 3 itu, kunjungannya di DBM, tak sekadar bertujuan untuk membeli masker saja, melainkan sebagai bentuk kepedulian dirinya, terhadap para pelaku UMKM di Blora yang kebanyakan menderita keterpurukan akibat bencana pandemic Covid-19. Tak terkecuali komunitas disabilitas yang tergabung pada DBM Blora.
Selain memesan masker, saat bertemu dengan pengurus dan anggota DBM, Bu Umi terus menyemangati dan memberi motivasi agar para penyandang disabilitas di Blora terus bersemangat dan bisa berkreasi, sehingga tetap bisa survive diberbagai aktivitasnya.

“Mereka itu bukan warga negara kelas dua, sama juga dengan warga negara yang lain yang memiliki kesetaraan hak dan kewajiban. Tak melulu harus dikasihani, tapi perlu didorong dan dimotivasi agar bisa lebih maju” jelas Bu Umi.
Sementara itu Abdul Gofar, Ketua DBM Blora mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian yang tinggi dari Bu Umi Kokok terhadap komunitas disabilitas. “Selain peduli, Bu Umi juga menjadi inspirasi “ papar Ghofur.

Semangat para penyandang disabilitas di Kabupaten Blora terus dibangkitkan. Keterbatasan fisik diharapkan tidak menjadi penghalang semangat untuk belajar dan berkarya .

“Saya sangat berharap kepada keluarga difabel, jangan malu, karena peran yang utama untuk difabel mandiri adalah keluarga, masyarakat, kemudian pemerintah. Bagaimana peran keluarga dan saudara terhadap difabel adalah kuncinya,” tutur Umi .

Menurutnya, menjadi difabel bukan akhir dari segalanya,meski tumbuh tidak normal, dia bisa mandiri melalui keterampilan yang dimilikinya .

.(Arief.W)

Leave a Reply