Program “Jogo Tonggo” Kabupaten Blora Terus Di Optimalkan

Program jogo tonggo

Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bakal mengoptimalkan peran Satuan Tugas (Satgas) Jogo Tonggo, baik di tingkat kecamatan, desa, maupun RT serta RW guna pencegahan dan penanganan wabah penyakit virus corona jenis baru (COVID-19) di tingkat lingkungan paling bawah.

“Dalam rangka mengoptimalkan peran Satgas Jogo Tonggo, kami akan terus melakukan monitoring untuk memastikan pelaksanaan kegiatan,” kata camat Blora DASIRAN S.Ag, M.Si .

Dalam rapat evaluasi Penanganan Covid-19 di Kecamatan Blora (Selasa, 11 Agustus 2020), Bupati Blora melalui camat mengevaluasi salah satu program andalan Jateng, Jogo Tonggo. Diklaim oleh tim bahwa program Jogo Tonggo adalah menjadi salah satu program yang berhasil dilaksanakan pemerintah provinsi (pemprov) dan masyarakat Jateng saat menghadapi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan program utama Jogo Tonggo: Kesehatan, Ekonomi, Sosial dan Keamanan, serta Hiburan.

Pada awal diluncurkan diakui muncul antusiasme warga Jateng dengan program Jogo Tonggo. Masyarakat bersama dengan pemerintah bersatu dan berjaga melawan Covid-19. Pilihan kata ”Jogo Tonggo” mampu mencerminkan kedigdayaan masyarakat yang berakar dari semangat yang sesuai dengan dimensi sosial dan budaya masyarakat Jateng: gayeng, guyub, dan gotong royong. Program ini pun dikenal secara nasional sebagai program berbasis kearifan lokal versi Jateng

Dalam pelaksanaannya, Jogo Tonggo mancakup dua hal, yaitu jaring pengaman sosial dan keamanan, serta jaring ekonomi. Jaring pengaman sosial dan keamanan meliputi sosialisasi, pendataan, dan pemantauan warga.

Sementara itu, jaring pengamanan ekonomi akan memastikan tidak ada satu pun warga yang kelaparan selama wabah dan mengusahakan kegiatan ekonomi warga berjalan dengan baik serta kesehatan.

Dengan gerakan tersebut, diharapkan setiap warga selalu menengok tetangga kiri dan kanan. Kemudian jika ada yang kesusahan atau ada yang diduga reaktif segera lapor ketua RW untuk dicarikan solusi bersama.

DASIRAN S.Ag, M.Si menjelaskan pihaknya dengan BPBD Blora terus bersinergi dalam penanganan pandemi COVID-19 sehingga menggerakkan kearifan lokal dan membentuk Program Jogo Tonggo.

“Kami melaksanakan Program Jogo Tonggo, artinya menjaga tetangga. Program ini mengurusi urusan kesehatan, sosial keamanan dan hiburan, ada juga lumbung pangan dengan pemanfaatan lahan agar kebutuhan makan tercukupi. Gerakan ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, gotong royong di tengah masyarakat. Ini saya hidupkan dan ternyata berjalan dengan baik,” jelasnya.

Terkait eskalasi covid-19 yg penularan dan penyebaran terus meningkat dan meluas, maka harus dicegah dan ditanggulagi bersama sama melalui program jogo tonggo yaitu dgn memberdayakan semua potensi, sinergitas kegiatan dan kelompok sosial di tingkat RW dalam bidang kesehatan, ekonomi, sosial keamanan dan hiburan.

Dengan optimalisasi satgas jogo tonggo ini kepala BPBD Kabupaten Blora Hadi Praseno, S.Sos berharap agar masyarakat dapat saling mengingatkan dalam hal kepatuhan dan disiplin protokol kesehatan dan menguatkan dlm gotong royong, peduli dan berbagi.

“Satgas Jogo Tonggo adalah Satuan Tugas Menjaga Tetangga yang bertugas untuk memastikan bahwa warga secara bergotong royong melawan penyebaran dan penularan Covid-19 di wilayahnya, sekaligus memastikan dukungan dari luar wilayahnya untuk melawan Covid-19 tepat sasaran dan tepat guna sehingga covid 19 dapat dicegah, dikurangi, dikendalikan, sambil menunggu vaksin yg saat ini masih proses tahap uji klinis”, tutup Hadi .

(Arief.W)

Leave a Reply