PGSI USULKAN SEGERA TERAPKAN UMR UNTUK GURU DAN KARYAWAN SWASTA

Ketua Persatuan Guru Seluruh Indonesia PGSI Kota Pekalongan Eddy Setiono

Pekalongan, delikjateng.com – Ketua Persatuan Guru Seluruh Indonesia PGSI Kota Pekalongan Eddy Setiono menyerukan agar pemerintah segera menerapkan UMG atau Upah Minimum Guru dan Karyawan Pendidikan Swasta. Usulan ini disampaikan dalam acars Rembuk Pendidikan dengan tema Menggagas Pekalongan Unggul di Bidang Pendidikan yang diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Kota Pekalongan Sabtu, 14 November 2020 di Hotel Pesona Kota Pekalongan.

Kegiatan yang mengundang peserta dari seluruh anasir pendidikan, baik dari Dinas Pendidikan dan Kemnenag itu dihadiri oleh organisasi yayasan pendidikan atau BMPS, kepala-kepala sekolah dari TK/SD/MI, SMP/MTs, serta SMA/SMK/MA. Dibuka oleh ketua Dewan Pendidikan dan Keynot Spech oleh Kepala Dindikpora dan kepala Kemenag Kota Pekalongan.

Rapat Rembug Pendidikan dengan Thema Menggagas Kota Pekalongan Unggul di Bidang Pendidikan

Selebihnya Eddy Setiono menjelaskan, bahwa banyak guru dan karyawan pendidikan swasta yang menerima insentif di bawah upah kewajaran. Ketua PGSI yang pernah dipanggil secara khusus oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Presiden Joko Widodo tahun yang lalu, membandingkan buruh-buruh di perusahaan tekstil yang berijazah SD/SMP saja dapat menerima Upah Minimum Regional yang di kota Pekalongan sebesar Rp 2.072.000 (dua juta tujuh puluh dua ribu rupiah), sedangkan guru dan karyawan yang berpendidikan Sarjana S1 banyak yang masih menerima di bawah Rp 500 ribu rupiah.

Sementara Guru PNS yang relative lebih sejahtera masih menerima tunjangan TPP SEKITAR Rp 2.000.000 per bulan, dan untuk guru dan karyawan pendidikan swasta harapan satu- satunya yaitu Bantuan Harlindun pada tingkat SLTA yang jumlahnya tidak seberapa malah dihapus.

(Eddy, S / Istiadi )

Leave a Reply