MusrenbangDes Keser Prioritaskan Hutan Bambu

Blora, delikjateng.com – Suatu pelaksanaan pembangunan yang baik, adalah berawal dari perencanaan yang matang dan baik pula, Musrenbangdes adalah merupakan forum musyawarah perencanaan pembangunan desa di laksanakan setiap tahun  yang di hadiri oleh seluruh pemangku lembaga-lembaga desa pejabat-pejabat yang berwenang berkumpul dan bermusyawarah untuk mengatasi masalah yang ada di Desa dan untuk menyepakati rencana kegiatan tahun anggaran berikutnya tentunya yang menjadi skala prioritas di Suatu Desa,Sel (28/12/2020).

Desa Keser Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora, telah melaksanakan kegiatan tahunan (MUSRENBANGDES ) Penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa tahun 2021 dan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa tahun 2022.

Musrenbangdes merupakan agenda tahunan yang di laksanakan oleh Pemerintah desa Keser, yang di hadiri oleh Forkopimcam Tunjungan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) RT/RW beserta seluruh lembaga Desa dan Tokoh masyarakat,Bhabinkamtibmas Bersama Babinsa .

Kegiatan yang di pimpin oleh Kepala Desa ( Soedjono), Ketua BPD Desa Keser dan juga tidak ketinggalan sebagai narasumber Kasi Pemerintahan dan lain lain tersebut tentu merupakan kegiatan penting untuk menentukan Pembangunan dari berbagai sektor di wilayah Desa Keser.

Menjelang awal tahun merupakan hal yang tidak asing lagi untuk jajaran Pemerintah Desa Keser,Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora, setelah melakukan serap aspirasi tingkat Dusun selanjutnya Pemerintah Desa Keser menyelenggarakan kegiatan Musrenbang (Munyawarah rencana pembangunan) Desa Keser tahun 2021 untuk tahun 2022.

Dalam sambutannya, Kades Keser mengatakan bahwa MusrenbangDes di tengah pandemi ini tidak mengurangi semangat untuk memaksimalkan pembangunan desa Keser .

“Saat ini kita masih berjuang menjalankan pemerintahan agar masyarakat terlayani dengan baik di tengah pandemi global COVID-19,” ucapnya .

Dalam kegiatan tersebut menjadi pembahasan dan usulan topik utama adalah meliputi kegiatan Pariwisata hutan bambu,pertanian, peternakan serta pembangunan di wilayah Desa Keser yang diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat desa Keser .

“Dengan adanya tempat wisata hutan bambu tersebut akan berkembang menjadi desa yang ramah dan peduli dengan kebutuhan setiap warganya, salah satunya kebutuhan yang kini coba dipenuhi adalah kebutuhan wisata, wisata bisa merangsang geliat pemberdayaan masyarakat,kegembiraan dan mengurangi stres dan kejenuhan”, jelasnya .

Proses penganggaran partisipatif ini menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan kebutuhan mereka pada pihak pemerintah. Proses Musrenbang juga terjadi di level kecamatan dan kota demikian pula di provinsi dan nasional. Musrenbang merupakan pendekatan bottom-up di mana suara warga bisa secara aktif mempengaruhi rencana anggaran desa dan bagaimana proyek-proyek pembangunan disusun.

“Pada mulanya, MusrenbangDes diperkenalkan sebagai upaya mengganti sistem sentralistik dan top-down. Masyarakat di tingkat lokal dan pemerintah punya tanggung jawab yang sama berat dalam membangun wilayahnya”, bebernya .

MusrenbangDes merupakan agenda tahunan di mana warga saling bertemu mendiskusikan masalah yang mereka hadapi dan memutuskan prioritas pembangunan jangka pendek. Ketika prioritas telah tersusun, kemudian di usulkan kepada pemerintah di level yang lebih tinggi, dan melalui badan perencanaan (BAPPEDA) usulan masyarakat dikategorisasikan berdasar urusan dan alokasi anggaran.

“Alhamdulillah acara MusrenbangDes berjalan dengan lancar dan aman.Semua berkat adanya sinergitas antara Kepala Desa,Perangkat Desa,BPD,LPMD dan masyarakat yg hadir.Walaupun ada sedikit perbedaan pendapat itulah namanya musyawarah mau tidak mau pasti ada perbedaan pendapat tp semua pendapat intinya satu yaitu demi memajukan Desa Keser tercinta “, Tutupnya .

 

(Arif)

Leave a Reply