Menyikapi Persebaran Covid-19, Bupati Blora Lakukan Pengetatan Kegiatan Dan Jam Malam

Bupati Blora, Djoko Nugroho

Blora, delikjateng.com – Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan tidak ada acara hiburan dalam perayaan Natal dan Tahun Baru 2021. Hal itu ditegaskan untuk mencegah kerumunan masa supaya terhindar persebaran dari virus Corona.

“Saya tegaskan, tidak ada hiburan. Ini bahaya sekali. Hiburan pada malam maupun siangya tidak ada. Saya minta Camat menegaskan, tidak ada ijin,” tegas bupati Blora ketika Rapat Koordinasi (Rakor) Ekonomi, Keuangan, dan Industri Daerah (Ekuinda) menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021, Rabu (16/12/2020).

Menurut Bupati Blora, perayaan Natal di tiap-tiap gereja hanya dibatasi sebanyak maksimal 50 orang.
Menyikapi persebaran Covid-19, Bupati Blora menandaskan pengetatan kegiatan dan jam malam yang direncanakan akan dimulai Sabtu (19/12/2020). Namun itu disebut bukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Bukan PSBB. Bukan berarti olah raga tidak boleh. Olah raga boleh, malah diharuskan. Senam juga boleh. Tapi harus dengan protokol kesehatan dan tidak lebih dari 50 orang,” tegasnya.
Khusus pedagang kaki lima (PKL) mulai jam 08.00 WIB sampai jam 22.00 WIB.

Sedangkan PKL yang di lapangan Kridosono diperbolehkan pagi untuk mengurangi jam kegiatan malam. Tapi selain di lapangan Kridosono tidak boleh. Di Alun-alun juga tidak boleh.

Bupati menyebut pengetatan dengan ketentuan pokok di kecamatan Cepu, Blora dan Ngawen karena dinilai potensi persebaran Covid-19 tinggi. Meski demikian wilayah lain bukan berarti tidak ada potensi sehingga diminta tetap disiplin protokol kesehatan.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora dr. Henny Indriyanti menandaskan angka penularan Covid-19 masih tinggi. Diiimbau kepada masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan.
Ia menyebut warga yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 sebagian di antaranya tidak disertai penyakit penyerta (komorbid).

Menurut dia, dari data Covid-19 Kabupaten Blora komulatif per wilayah Puskesmas hingga 14 Desember 2020 persebaran paling tinggi di Kecamatan Blora (523), kemudian Cepu (290) dan Ngawen (218).

 

(Arif)

Leave a Reply