Kelurahan Kauman Bersama Tiga Pilar Monitoring Pernikahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Monitoring

Blora, delikjateng.com – Meskipun masa pandemi Covid-19 masih belum berakhir, namun saat ini warga sudah mendapatkan izin untuk menggelar hajatan pernikahan dengan syarat harus mematuhi protokol kesehatan secara ketat sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus Covid 19 Seperti halnya yang dilakukan Kepala Kelurahan Kauman Marthin Ukie Andhana, SE,Msi bersama Bhabinkamtibmas Bripka Achmad Mur Kholik, SH dan Bhabinsa Peltu Sunarto Kelurahan Kauman bersama Satgas Covid 19 Kelurahan Kauman melaksanakan pendampingan dan pengawasan giat hajatan pernikahan warga Kelurahan Kauman Kecamatan Blora Kabupaten Blora Rabu (14/10/2020).

Bertempat di kediaman Supardi warga RT 02/RW 04 lingkungan Dluwangan,Kelurahan Kauman diadakan hajatan mantenan yang ber langsung sesuai protokol kesehatan sesuai dengan edaran perbup no 55 tahun 2020,dan yg punya hajat mengisi surat pernyataan bermaterai 6000 dengan diketahui Kepala Kelurahan Kauman .

Kehadiran Kepala Kelurahan Kauman bersama Tiga Pilar dan Satgas Covid 19 Kelurahan Kauman tersebut bertujuan untuk mengawasi pelaksanaan hajatan di rumah warga tersebut supaya tetap menerapkan protokol kesehatan.

Bahkan, saat sebelum acara pernikahan salah satu warga tersebut digelar, tim Satgas Covid-19 terlebih dahulu menata kursi tempat duduk undangan sesuai dengan jarak aman yang telah dianjurkan. “Kami ingatkan kepada para warga yang hadir agar selalu memakai masker.

Selanjutnya saat undangan datang dilakukan pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan thermogun serta para undangan diminta untuk mencuci tangan sebelum masuk serta jumlah tamu yang di dalam tetap dibatasi sehingga tetap menerapkan Physical Distancing”, Ungkap Bripka Achmad Nur Kholik, SH .

“Kami bersama tim Satgas Covid 19 juga terus berupaya untuk mencegah penyebaran virus Covid 19, salah satunya dengan mengawasi dan mendampingi pelaksanaan protokol kesehatan pada hajatan masyarakat seperti saat ini dengan begitu diharapkan tidak akan muncul Cluster penyebaran virus dalam hajatan yang digelar”, Jelasnya .

Ukie juga mengatakan bahwa hajatan pernikahan yang dilaksanakan ditengah pandemi Covid 19 seperti ini memang sudah diperbolehkan namun dengan syarat harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan jumlah undangan juga harus dibatasi walaupun sudah disediakan antiseptik namun penyebaran virus ini bisa dari berbagai cara, baik dari air yang keluar dari mulut saat kita berbicara, ataupun bersentuhan dengan penderita virus ini, karena kita tidak tahu siapa saja yang terkena virus ini gejala bisa tidak timbul ketika badan kita sehat hal ini juga sesuai dengan kebijakkan pemerintah dalam upaya penanganan penyebaran Virus Covid19 .

Ukie menyampaikan”,terima kasih atas pemahaman yang disampaikan demi kepentingan yang lebih besar dengan legowo agar acara hajatan resepsi bisa berjalan lancar”, Pungkasnya .

(Arief.W)

Leave a Reply