Kecewa – Naik Meja Warnai Aksi Sentani

Aktivis sentani

Blora, delikjateng.com – Puluhan Sedulur Relawan Tani (Sentani) dan Front Blora Selatan (FBS), Rabu (14/04) pagi, melakukan audiensi di Kantor DPRD setempat,menuntut transparansi dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari Perusahaan pengelola minyak dan gas yang beroperasi di wilayah Kabupaten Blora.

Perusahaan Migas maupun Pemerintah Kabupaten Blora,menurut koordinator aksi Exy Agus Wijaya tidak serius dalam mengentaskan kemiskinan di Blora, meskipun potensi ekonomi dari sektor minyak bumi dan gas sangat besar .

Aksi  menuntut dana bagi hasil sejumlah perusahaan minyak dan gas atau migas menurutnya selama ini tidak nampak hasilnya dalam mekanisme penyaluran dan pengelolaan dana CSR

Di hadapan Komisi B dan C serta Sekda Blora Perwakilan dari Pertamina Asset 4 Field Cepu mengatakan pemberian dana CSR di Blora masih sebatas charity atau sumbangan, dan itu pun harus ajukan proposal ke Pertamina Pusat.

Tidak puas dan merasa jengkel dengan jawaban dari perusahaan tersebut yang tidak masuk akal  mantan anggota DPRD Kabupaten Blora dari  Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Margo Seno Utomo yang bergabung dalam kelompok aktivis Sentani itu naik meja dengan mengatakan kantor DPRD ini adalah rumah rakyat .

“Dana bagi hasil sejumlah perusahaan minyak dan gas atau migas selama ini tidak nampak hasilnya dan ini terbukti jalan yang dilalui kendaraan serta masyarakat blora di ring satu jelek dan miskin “, Jelasnya .

Koordinator Exy kembali mengatakan, akan menggelar massa jika permintaan keberadaan eksploitasi gas dari Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora tidak diindahkan .

“Kami punya hak secara konstitusi untuk berbicara, menyampaikan pendapat dan mengkritisi terkait pembiaran rakyat Blora, terjebak dalam kemiskinan, meskipun semestinya kita kaya, karena ada potensi migas di Blora, yang sudah dieksploitasi besar – besaran, namun tidak memberikan kemakmuran bagi rakyat Blora, justru seakan – akan disuruh menjadi pengemis, harus buat proposal dulu kalau mau minta bantuan, ini tidak adil, sementara kalian hidup mewah – mewahan, mata kalian buta, telinga pun tuli, oleh penderitaan warga ring satu yang kalian ekploitasi,” tandas Exy sambil menuding satu per satu perwakilan dari Pertamina Asset 4 Field Cepu, SKK Migas, PGN, Titis Sampurna, dan Badan Usaha Milik Daerah PT Blora Patragas Hulu.

Hadir dalam rapat audiensi  Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto, dari Partai Golkar, didampingi oleh HM Warsit, dari Komisi C dari Partai Hanura, Yuyus Waluyo, Ketua Komisi B dari Partai Nasdem, Munawar, dari PKB, Lina Hartini, dari PDIP, Ir. Siswanto dari Partai Golkar, Agus Untoro dari Partai Hanura, Mohammad Sahari dari PKS dan Mochammad Muchklisin dari PKB mewakili dari Bapemperda DPRD, serta Sekretaris Daerah, Komang Gede Irawadi.

 

(Arif)

Leave a Reply