Gelar Rakernis, Bawaslu Blora Ajak Media Tingkatkan Sinergitas Pengawasan Pemilu

Blora, delikjateng.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blora melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Teknis Pengawasan Tahapan Kampanye bersama Jajaran Pimpinan Media Massa Cetak, Elektronik, dan Online, di Kabupaten Blora, Selasa (26/11/2019).

Selain diikuti puluhan awak media cetak, elektronik, maupun online, Rakernis itu juga diisi oleh para pembicara/moderator seperti Urip Daryanto dan Abdul Muis .

Ketua Bawaslu Kabupaten Blora Lulus Mariyonan saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, Rakernis tersebut mengusung tema tentang pengawasan kampanye pemilu tahun 2019 di media massa cetak, elektronik dan online yang bertujuan untuk mengoptimalkan kerja-kerja pengawasan dan aspek pencegahan tentang kampanye pemilu tahun 2019.

“Pertama, Bawaslu Kabupaten Blora menyampaikan banyak terima kasih kepada media-media se Kabupaten Blora telah berkontribusi dalam memberitakan agenda-agenda pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Bawaslu Kabupaten Blora hingga terlaksananya pemilu 2019 (kemarin). Kami berharap pada Pilkada tahun 2020 mendatang, (media) bisa terus mengawal dan mengawasi jalannya penyelenggaraan pilkada 2020” ungkapnya

“Karena tidak semuanya memahami dengan baik bagaimana aturan-aturan kampanye di media massa,” kata dia.

Lulus menambahkan, media merupakan salah satu pilar yang strategis untuk bisa memberikan informasi ke masyarakat. Untuk itulah pihaknya mengundang media dengan harapan awak media juga dapat memberikan informasi yang akurat.

Lebih lanjut Lulus juga mengatakan, kegiatan Rakernis ini diharapkan mampu menjadi saluran pemantapan arah pengawasan pemilu. Bawaslu memiliki amanah yaitu pencegahan, pengawasan, penindakan, penyelesaan proses sengketa. Terkait tugas tersebut Bawaslu menggandeng media untuk bersama sama melakukan pencegahan dan pengawasan pemilu.

Moderator dari Surat Kabar Suara Merdeka mengungkapkan bahwa Pers menjadi Pengawas strategis namun dalam menjalankan tugasnya tidak sedikit menemui kendala.

“Dalam memberitakan informasi kepada masyarakat, pers juga menemukan beberapa kendala pengawasan pers yakni liputan wartawan juga bukan hanya Pemilu saja, kemudian wartawan juga bukan intelejen, konflik kepentingan media dan pengiklanan, dan lain sebagainya” tuturnya

Sementara itu dalam closing statement,Urip berharap di tengah carut marutnya arus media dalam Pemilihan Umum, media harus tetap menjaga independensi dan netralitas dalam pengawasan partisipatif dan menangkal berita hoaks.

“Ini kerja kita, semangat media yang profesional. Selalu cek data yang masuk dan verifikasikan. Sebab, jika tidak, akan membahayakan semuanya dan akan berakibat fatal,” tegas dia.

Diakhir acara dilanjutkan sesi tanya jawab antara media dan Bawaslu menjadi penutup rakernis dengan media.

(Arif W)

Leave a Reply