Edi Widayat – Angka Kasus Covid-19 di Blora Terus Menunjukan Penurunan

Blora, delikjateng.com – Jumlah kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Blora mulai menurun sehingga antrean pasien di instalasi gawat darurat berkurang. Meski demikian, hal itu bukan berarti pembatasan kegiatan masyarakat mengendur.

Seiring dengan penurunan tren kasus covid – 19 di Kabupaten Blora, okupansi rumah sakit rujukan di Blora terus menurun.

Cukup melegakan  Bed Occupancy Rate (BOR) atau persentase tingkat penggunaan tempat tidur untuk pasien covid -19 di 6 (enam) Rumah Sakit di Blora terus menurun. Terbaru, rata-rata BOR di enam rumah sakit itu tinggal 40,1 persen.

Sebanyak 6 rumah sakit dimaksud, masing-masing RSUD dr.Soetijono Blora, RSUD dr. R Soeprapto Cepu, RSU Permata Blora, Rumkitban Blora, RSU PKU Muhammadiyah Blora dan RSU  PKU Muhammadiyah Cepu.

Plt Kepala Dinkes Blora, Edy Widayat menyatakan, belakangan ini tidak lagi ada pasien covid-19 yang antri di IGD, bahkan  di beberapa rumah sakit IGD khusus covid kosong atau tidak digunakan. ‘’Mudah-mudahan terus menurun kasus covid di Blora, sementara untuk vaksinasi ke warga terus kita tingkatkan,’’ paparnya, Rabu (28/072021).

Data terbaru di enam rumah sakit di Blora itu, jelas Edy, dari 277 Tempat Tidur (TT) khusus covid -19, terpakai 111 TT, sementara yang kosong 166, sehingga BOR atau persentase tingkat penggunaan tempat tidur untuk pasien covid -19 rata-rata di angka  40,1 persen.

Rinciannya, untuk ICU/NICU dari 35 TT yang ada, terpakai 21 – 14 kosong (60,0 %), isolasi 242 terpakai 90 –  kosong 152 ( 37,2%).

‘’Meski angka kasus covid-19 di Blora terus menunjukan penurunan, saya berharap warga tetap jangan lengah. Tetap prokes saat beraktivitas,’’ jelas Edy Widayat.

Diketahui sebelumnya, Bed Occupancy Rate (BOR) atau persentase tingkat penggunaan tempat tidur di dua rumah sakit di Blora dibawah 50 persen.  Menurut Direktur RSUD dr. Soetijono Blora, dr. Nugroho Adiwarso, Spog, per Senin (26/7/2021), dari kapasitas 100 tempat tidur (TT) ruang isolasi Covid-19 di RSU Blora, yang terpakai hanya 47 TT.

Sementara itu, BOR di RSUD Cepu lebih kecil, yakni hanya 27 %. Sama di RSU Blora, tidak ada antrian pasien di IGD RSU Cepu. Menurut Direktur RSU Cepu, dokter Fatkhur Rokhim, jumlah pasien yang dirawat di  ruang isolasi per Senin  (26/07/2021) pukul  07.00 WIB ada 27 orang dari 100 ruang isolasi yang ada .

Dia pun mengingatkan kembali mengajak masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, dan mengurangi mobilitas yang tidak perlu. Edi menegaskan bagi masyarakat untuk selalu menjaga protokol kesehatan.

Selain itu dia juga meminta warga Blora untuk melakukan vaksinasi sebagai upaya perlindungan dan mengurangi fatalitas dari Covid-19 juga vaksinasi bisa menurunkan risiko keparahan dan kematian akibat Covid-19 secara signifikan.

“Jadi jangan tunda lagi, segera vaksin bagi yang belum dan lindungi diri Anda, keluarga, dan lingkungan sekitar Anda,” tegasnya.

(Arif)

Leave a Reply