BUPATI DAN FORKOPIMDA IKUTI RAKORNAS PPKM LEVEL 4

Rakornas ppkm level 4

BLORA, delikjateng.com –  Sesuai dengan arahan Presiden RI pada Selasa malam (20/7/2021) terkait perpanjangan PPKM Darurat menjadi PPKM Level 4. Bupati H. Arief Rohman, S.IP, M.Si didampingi Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST, MM dan jajaran Forkopimda pada Rabu (21/7/2021) pagi bertempat di Ruang Pertemuan Setda mengikuti rakornas implementasi PPKM Level 4 secara virtual yang dipimpin oleh Menko Maritim dan Investasi (Marves) RI, Luhut Binsar Panjaitan.

Yang mana sesuai laporan Menko Marves, Blora saat ini masuk kategori level 3. Perlakuannya tidak beda jauh dengan pelaksanaan PPKM Level 4 hingga 25 Juli 2021. Dan bisa jadi Blora masuk ke level 2 jika laju penularan bisa terus ditekan dan BOR semakin rendah.

“Saya minta agar para Kepala Daerah tidak tergesa-gesa melakukan pelonggaran. Sesuai arahan Presiden, pelonggaran bisa mulai dilakukan jika trend positif terus terjadi hingga 25 Juli. Dipertimbangkan dengan baik-baik. Blora saat ini masuk level 3, jika ini bisa terus ditekan dan ketertiban masyarakat semakin baik maka bisa masuk level 2,” ucap Luhut.

Mengingat masih banyaknya masyarakat yang melakukan sholat ied adha di daerah-daerah secara berjamaah di masjid dan lapangan. Pihaknya mengingatkan agar kepala daerah waspada lonjakan kasus dalam seminggu kedepan.

“Ini sudah terjadi, maka kedepan kita harus waspada dan meningkatkan 3T. Vaksinasi tolong terus dilaksanakan dengan baik,” sambungnya.

Rakornas ppkm level 4 virtual

Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP.,M.Si, menyatakan siap untuk menindaklanjuti arahan dari Menko Marves, sesaat setelah mengikuti rakornas bersama Forkopimda pihaknya menggelar rapat koordinasi lanjutan dengan Forkopimda.

“Perpanjangan ini memang tidak diharapkan masyarakat karena memberatkan. Maka skema baru perlu disiapkan agar hasilnya nanti bisa maksimal. Pak Kapolres sudah menyiapkan skema baru untuk menindaklanjuti PPKM Level 4 baagi wilayah Blora yang masuk level 3.,” kata Bupati.

“Vaksinasi terus dilakukan di 28 gerai bersama TNI-Polri dengan melibatkan Puskesmas. Saya berharap minggu depan vaksinasi online yang akan dilaksanakan dengan Polres bisa digelar. Begitu juga dengan data isolasi mandiri tolong terus diupdate agar mereka bisa kita berikan bantuan obat-obatan dan vitamin sehingga segera sembuh,” sambung Bupati.

Pihaknya mengaku saat ini tingat BOR atau keterisian di Rumah Sakit Kabupaten Blora sudah turun tinggal 50 persen. Ini artinya jumlah pasien yang dirawat di RS semakin berkurang.

“Entah yang sakit berkurang, atau takut ke rumah sakit. Ini perlu kita sikapi dengan terus mengupdate data yang isolasi mandiri. Tolong untuk dinas sosial terkait data bansos agar segera diperbarui, termasuk untuk paa pelaku seni dimasukkan sehingga bantuan sosial yang kita berikan tepat sasaran. Jangan ditunda-tunda,” tegas Bupati.

Kapolres Blora, AKBP Wiraga Dimas Tama, S.IK menyampaikan skema baru dalam menindaklanjuti arahan Presiden RI yang disampaikan oleh Menko Marinves RI.

“Kita berharap bisa turun dari level 3 ke level 2 supaya PKL bisa aktifitas, dan kami akan terus laksanakan penyekatan bersama 3 pilar. Langkah yang akan kami laksanakan bila mendapat kelonggaran kami coba akan komunikasi dengan para PKL untuk kemudian kita sepakati aturan jika terjadi pelanggaran maka akan diberikan sangsi. Kita akan undang dahulu perwakilan peguyuban PKL,”kata Kapolres.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menetapkan pemberlakuan PPKM Level 4 mulai tanggal 21 Juli hingga 25 Juli 2021.

“Secara substansi pembatasan aktivitas dan mobilitas masyarakat di Jawa Bali sama dengan aturan PPKM Darurat. Apabila tren kasus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021 pembatasan-pembatasan akan kita buka secara bertahap.” ungkap Presiden RI dalam keterangan resminya, Selasa (20/7)

Sementata itu Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa kunci kesuksesan dalam implementasi PPKM Level 4 ini adalah testing dan tracing.

“Saya tekankan kembali kepada Gubernur/Bupati/Walikota untuk semakin gencar dalam disiplin mengejar target testing dan disiplin tracking, minimal 15 kontak erat per kasus konfirmasi untuk di testing karena varian delta ini cepat sekali penularannya,”paparnya.

Pada kesempatan tersebut, turut menyampaikan arahan Menteri Dalam Negeri RI, Menteri Kesehatan RI, Menteri Kominfo RI, Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BNPB.

Rakor diikuti pula oleh jajaran Asisten III Sekda Blora, Kepala BPBD, Plt. Kepala Dinkes, Direktur RSUD serta OPD terkait.

(Arif)

Leave a Reply