Bupati Blora – Semoga Kirab Pusaka Menjadi Moment Kerukunan Untuk Saling Menguatkan

Prosesi Kirab Pusaka

Blora, delikjateng.com – Prosesi kirab pusaka mewarnai rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora ke-271, Selasa (1/11/2020). Dengan menempuh jarak sekitar dua kilometer .

Kirab yang dimulai pukul 00.00 WIB tersebut dimulai dari dari Pendopo Rumah Bupati mengelilingi Pusat Pemerintahan Kabupaten Blora .

Rute dimulai dari Pendopo – Jl.RA Kartini – Jl. Dr Sutomo – Jl. Gunung Sumbing – Jl. Pemuda – Jl. Arumdalu – Jl. Kol Sunandar – Jl. Nusantara – Jl. KHA Dahlan – Jl. Abu Umar – dan finish di Pendopo kembali.

Kirab Pusaka tersebut dilakukan dengan laku bisu atau berjalan diam tanpa berbicara sekalipun.

Kirab dilepas dan diikuti langsung oleh Bupati Djoko Nugroho dan seluruh unsur pimpinan se Kabupaten Blora mulai dari Sekda, Kepala OPD, hingga Camat,sedulur sikep dan kadang permadani yang semuanya laku bisu sembari berdoa untuk kemajuan dan keselamatan Kabupaten Blora

Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan, kirab pusaka menjadi salah satu agenda tahunan di Kabupaten Blora .

Kemudian penyerahan keris pusaka Kyai Bisma oleh Bupati Djoko Nugroho kepada Sekda Blora Komang Gede Irawadi selaku yang membawa pusaka yang sebelumnya sudah dijamas .

Selain pusaka keris Kyai Bisma, pusaka lainnya milik Kabupaten yang dikirab yaitu pusaka Kyai Segoro Madu, Kyai Cengkrong, Kyai Kolo Wijan, Kyai Sengkelat, Kyai Kantar, Kyai Kebo Lajur, Kyai Tombak Kecipir, Kyai Tombak Biring Lanang, Kyai Tombak Kudup Melati.

“Kirab ini mejadi tradisi melekat peringatan Hari Jadi Blora, yang biasa disebut temu gelang. Artinya memutar dan kembali lagi bertemu di pendopo rumah dinas bupati Blora dan tradisi dari tahun ke tahun terus dilaksanakan menjelang peringatah hari jadi Kabupaten Blora”, Jelasnya .

Paraga Kirab Pusaka Kyai Bisma yang dibawa Sekda Blora Komang Gede Irawadi, Pusaka/piandel Blora lainnya yang dibawa oleh Paraga dari Pandemen Tosan Aji Toya Padasan, Obor Tengah dan Obor Belakang terlihat sangat khidmat .

“Ini salah satu ritual yang terus kita lakukan dan kita jaga,intinya setelah kirab pusaka ini,semoga bisa menjadi moment kerukunan untuk saling menguatkan masyarakat Blora”, Jelas Djoko Nugroho .

Dengan kirab ini diharapkan juga menjadi wahana untuk melestarikan budaya jawa dan Blora menjadi lebih baik,Corona segera hilang dan Pillada juga sukses dan lancar .

“Jadi jangan lupa tanggal 9 Desember yang tinggal kurang11 hari,mari jadikan Pilkada ini untuk menjaga hati kita masing-masing,siapa yang kalah dan menang harapan saya kedepannya bisa membawa Blora sejahtera dan lebih baik “, Ungkapnya.

Sementara itu pengamanan ketat dilakukan oleh Satlantas Polres Blora dan Sat Pol PP di sepanjang titik rute yang dilalui oleh para peserta kirab .

(Arief)

Leave a Reply