BPBD Blora Waspadai Covid – 19 Dan Kemarau Basah

Hadi Praseno S.Sos
Hadi Praseno S.Sos

Blora, delikjateng.com – Sampai saat ini virus corona (covid 19) masih menjadi masalah terbesar di dunia dan menjadi wabah yang perlu ditindak lanjuti penanganannya dengan segera dan serius . Sampai saat ini wabah ini belum diketemukan penangkal atau obatnya,sehingga semakin hari penyebarannya semakin meluas .

Menyikapi hal itu  Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Hadi Praseno,S.Sos kepada media (18/8/2020) menyampaikan bahwa, adanya Covid -19 ini sudah menjadi ancaman bagi masyarakat Blora,dan kami dari BPBD selalu bersinergi dengan tim gugus tugas Covid untuk selalu siap siaga dalam mengantisipasi menyebarnya virus ini yang menjadi ancaman bagi kita semua .

Banyaknya kegiatan dan tahapan yang kita lakukan menjadikan pelajaran bagi kami dalam mencegah virus corona ini,dimana dalam tim satuan tugas kita selalu bersama dan semua punya peran dan kontribusi yang sangat penting untuk masyarakat seperti arahan yang diberikan Bupati Blora untuk menekan meluasnya penularan covid 19.

“Kapan pandemi akan berakhir dan sampai kapan vaksin untuk mengatasi pandemi ini akan ditemukan agar menjadi lebih baik dan kita bisa menjalani hidup normal seperti kemarin sebelum adanya covid 19 “, bebernya .

Melalui BPBD sebagai tim gugus tugas Bupati berharap,mari bersama sama kita patuhi protokol kesehatan,sering cuci tangan,pakai masker hindari kerumunan,saling mengingatkan dan patuh pada protokol kesehatan dan Bupati juga menekankan bahwa masyarakat tidak perlu memperlakukan pasien reaktif rapid-test secara berlebihan, bahkan menjauhi keluarganya dan menutup akses menuju rumahnya karena yang reaktif rapid test belum tentu positif .

“Sampai saat ini BPBD dan Tim gugus tugas terus melakukan antisipasi terhadap kesiap siagaan melawan virus wabah ini sesuai arahan Bupati sebagai ketua tim gugus tugas agar ancaman Covid -19 ini dapat kita minimalisir penularannya”, ungkap Hadi .

BPBD menghimbau kepada masyarakat untuk mau mentaati semua peraturan yang ada,agar tidak ada anak-anak atau orang tua yang terjangkit virus corona ini dan untuk sementara agar menghindari kerumunan massa dan tempat-tempat yang mengundang banyak orang datang .

Saat ini selain sedang terjadi pandemi Covid – 19,Blora juga mengalami kemarau basah dimana status kemarau yang terkadang diimbangi dengan adanya hujan yang datangnya tidak menentu .

Namun demikian kita sudah ajukan status tanggap darurat ini kepada Bupati”,Dikemukakan, untuk jumlah desa di 14 kecamatan yang sudah mengajukan bantuan air bersih ada 170 desa terkait tanggap darurat kekeringan .

Hadi mengatakan, untuk bencana kekeringan tahun ini, pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 418 juta untuk distribusi air bersih. Pihaknya memperkirakan akan ada sebanyak 170 desa yang terdampak kekeringan di tahun ini.

“Kita masih menginventarisir daerah kekeringan. Hingga saat ini sudah ada 14 dari 16 kecamatan di Blora yang terdampak kekeringan dan mengajukan bantuan air bersih,dan kami sudah melakukan droping air ke sejumlah desa yang tingkat kekeringannya masuk kategori parah sedangkan ada dua kecamatan yang tidak mengajukan bantuan air bersih, masing-masing Kecamatan Todanan dan Kecamatan Kradenan “, Jelasnya .

Berbagai persiapan terus kami lakukan termasuk memberi sosialisasi kepada masyarakat dalam mengahdapi kemarau basah diantaranya seperti menghemat air,manjauhkan barang barang yang mudah terbakar seperti bediang sapi serta jangan lupa mematikan kompor ketika kita habis memasak dan melakukan pengecekan rumah apakah sudah benar benar aman atau belum ketika kita mau pergi .

“Ayo kita cegah bencana secara bersama sama dengan memperbanyak istigfar, berdoa agar kita senantiasa dilindungi dan diberi kesehatan serta Rahmad dari Allah SWT agar selalu terhindar dari corona serta musim kemarau tahun ini”, Tutupnya.

(Arief.W)

Leave a Reply