Blora Masuk PPKM Level 4 “Ini Penjelasannya”

 

Blora, delikjateng.com – Pemerintah Pusat telah memutuskan untuk memperpanjang PPKM level 4, 3, 2 di Jawa-Bali sampai 23 Agustus 2021.

Dalam keputusan tersebut, Kabupaten Blora yang sebelumnya masuk level 3, malah dikategorikan masuk level 4.

Hal itu dikatakan oleh Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, Edy Widayat kepada, Rabu (18/8/2021).Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali masuk kategori PPKM Level 4.

Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, Edy Widayat

“Banyak faktor yang mempengaruhi status PPKM level 4 di Kabupaten Blora “, Jelas Edy

Diantaranya pengiriman data ke Satgas Covid-19 pusat yang delay. Kemudian penggabungan aplikasi All Rpecord Corona Jateng dan Nar yang jadi satu.

“Dimana yang sebelumnya sendiri sendiri, terus dikomper 3 aplikasi dijadikan 1 pasti selisih data,” ujar Edy.

Seperti diketahui, pemerintah pusat memperpanjang PPKM se Jawa – Bali hingga 23 Agustus 2021 mendatang.

Blora yang sbeelumnya berada pada PPKM level 3 dan dinyatakan termasuk zona orange dengan resiko sedang.

Kali ini blora kembali lagi termasuk salah satu dari 15 Kabupaten di Jawa Tengah dengan kategori PPKM Level 4.

Dikatakannya, sebelumnya data dari Pemkab Blora yang dilaporkan ke Satgas Covid-19 pusat sebanyak 12 ribu kasus.

Namun data dari pusat berbeda yakni hanya 9.000 sekian kasus yang terdeteksi.
“Sedangkan di data propinsi sendiri ada 11.000 yang selisih data dengan kita,” katanya.

Menurutnya, pemerintah pusat melalui Satgas Covid-19 seharusnya melakukan verifikasi data kepada Pemkab Blora.

Sehingga ada persepsi yang sama antara data Pemkab Blora, Pemprov Jateng, dan Satgas Covid-19 pusat.

“Secara nasional data yang masuk jutaan, dengan adanya data yang masuk berlebihan pasti ada delay,” katanya.

Edy meyakinkan jika data kasus Covid-19 yang masuk ke Dinkes Blora setiap hari dilakukan update.

“Secara real kasus kita mengalami penurunan terbukti Rumah sakit kosong, RSUD Soetijono yang mondok hanya 1 orang, DKT 3 orang, RS permata 2 orang dan RS Cepu 18, PKU Muhamadiyah Blora 4 orang, PKU Muhamadiyah Cepu hanya 6 orang,” tuturnya.

Ditempat terpisah Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto merasa kaget dengan keputusan yang disampaikan oleh Pemerintah Pusat.

Dirinya menjelaskan apabila suatu daerah masuk level 2, maka kegiatan seni, budaya dan olahraga boleh dilakukan.

“Tapi kalau di level 3 kegiatan seni budaya enggak boleh. Apalagi level 4 malah enggak boleh lagi,” ujarnya.

Siswanto menilai kondisi Blora saat ini seharusnya bukan dimasukkan ke PPKM level 4. Sebab, kasus penyebaran virus Corona sudah mulai mengalami penurunan.

Bahkan, pembelajaran tatap muka di sekolah juga telah dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau kita bicara realnya saat ini, ya jelas kita ini sudah boleh pembelajaran tatap muka,” katanya.

Sehingga untuk mengklarifikasi itu semua, pihaknya kemudian memanggil instansi terkait.

(Arif)

Leave a Reply