Audiensi Sedulur Seniman Blora Bersama Forkopimda

Blora, delikjateng.com – Pekerja seni yang tergabung dalam Sedulur Seniman Blora mengadakan audiensi di Pendopo Bupati meminta diijinkan kembali pentas seni dan keramaian, Jumat (2/9/2020) setelah ijin dibatasi akibat pandemi Covid-19.

Hal itu dilakukan sebagai langkah lanjutan mendengarkan aspirasi atas aksi yang dilakukan para pelaku seni hiburan di Kabupaten Blora terkait kepastian ijin pentas .

Audiensi paguyuban pelaku pekerja seni dan hiburan dipimpin langsung Bupati Blora Djoko Nugroho bersama Forkopimda, turut hadir Wakapolres Blora Joko Wartono,  Dandim 0721 Blora Letkol inf Ali Mahmudi,perwakilan Kajari Blora serta para Kepala OPD yang terkait Pemkab Blora .

Pembahasan dalam audiensi yang berlangsung diruang pertemuan Pendopo setempat berlangsung dinamis. Adapun mekanismenya telah dirumuskan secara detail bagaimana petunjuk teknis (Juknis) dalam menggelar sebuah acara hajatan sesuai dengan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19.

Dalam kegiatan Audiensi, Budi selaku perwakilan mengungkapkan kegelisahan hati para seniman musik di kabupaten Blora yang selama ini merasa kehilangan mata pencaharian oleh karena adanya himbauan pemerintah untuk tidak melaksanakan kegiatan yang dapat mengundang orang berkumpul.

Karenanya itu, sehingga pada gabungan para seniman berkumpul guna menyamakan persepsi, dalam rangka meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Polres Blora agar dapat memberikan izin pada pekerja seni dalam menjalankan aktivitas di masa pandemi .

“Tujuan kawan-kawan pekerja seni, hanya minta diberikan izin untuk melakukan aktivitas seperti biasa pada acara yang bersifat mengundang massa seperti mengisi hiburan di acara pernikahan dan lain sebagainya, dan kawan-kawan sepakat menerapkan protokol kesehatan,” kata Budi

Budi, seorang seniman yang juga mewakili dari 17 ribu pekerja seni merasakan dampak pandemi covid-19. Menurutnya, pandemi virus corona ini sangat berdampak pada semua aspek kehidupan, termasuk para seniman yang notabene tidak memiliki gaji tetap dan hanya mengandalkan hidup dari jasa berkeseniannya.

“Saya sering berkomunikasi dengan para seniman yang jadwal kegiatannya dibatalkan dan sepeeri yang diceritakan oleh teman seniman yang telah menerima uang muka dari pengguna jasa dan uangnya digunakan untuk biaya cuci darah istrinya yang sedang sakit karena adanya wabah ini. Para seniman lain juga terpaksa sulit berkarya karena sisa uang yang ada lebih fokus dibelanjakan untuk membeli kebutuhan sehari-sehari,” ujar Budi dengan nada sendu.

Wakapolres Blora Kompol Joko Wantoro mengatakan bahwa”Ada perintah tertulis terkait ijin dari Polda Jateng yang intinya bahwa satuan wilayah tidak boleh mengeluarkan ijin kegiatan,tetapi Kapolres tidak melarang kegiatan,namun demikian jika terjadi kerumunan massa dalam skala besar wajib ditertibkan”, jelasnya .

Dandim Letkol Ali Mahmudi menanggapi hal tersebut menyatakan akan membantu dan mengupayakan agar pekerja seni bisa melanjutkan kreasi mereka dengan baik sesuai aturan dan rumusan Juknis tentang penyelenggaraan kegiatan hajatan dibawah protokol kesehatan pencegahan Covid -19.

“Semua harus bertanggung jawab dan kami TNI perintah dari pimpinan adalah mengawal dan keamanan,kami mengawal peraturan dan melaksanan perintah dari atasan “,bebernya.

Bupati Blora mengatakan”Kegiatan seni boleh dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah disiapkan dalam standar operasional prosedur dengan pertunjukan pentas seni skala kecil dalam bentuk hajatan atau gelaran kesenian ini hanya untuk di dalam gedung atau terop”, ungkapnya .

Sementara untuk hiburan di lapangan masih belum diperbolehkan karena mengundang massa banyak

Menurutnya, sejumlah aturan juga akan segera dibuat agar dalam pelaksanannya nanti tidak terjadi kebingungan. Pihaknya juga akan mengirimkan surat tembusan kepada kecamatan, terkait keluarnya izin kegiatan para seniman ini yang tentunya akan selalu bekerja sama dengan satpol PP,TNI dan POLRI .

Dia juga meminta, dalam kegiatannya para pelaku seni dan hiburan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Covid-19.

(Arief. W)

Leave a Reply