Anggota Komisi IX DPR RI dan Ketua DPRD Blora Gelar Komunikasi Informasi dan Edukasi Bareng Badan POM RI

komunikasi informasi dan edukasi

Blora, delikjateng.com – Anggota Komisi IX DPR RI Dr H Edy Wuryanto SKpb MKep bersama  Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terus melakukan sosialisasi dengan melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi informasi dan edukasi (KIE). Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar masyarakat bisa melindungi diri dari bahaya produk obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan produk.

Dr H Edy Wuryanto SKpb MKep mengapresiasi kinerja Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang terus bergerak menyosialisasikan pentingnya registrasi pangan olahan kepada masyarakat. Khususnya mengenai pendaftaran izin edar pangan olahan dan kewajiban labelisasi makanan sesuai peraturan.

“Hal ini demi menjaga rasa aman bagi masyarakat dalam mengonsumsi pangan olahan yang beredar di pasaran,” kata dia dalam kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) bersama mitra BPOM Direktorat Registrasi Pangan Olahan, di Desa Blungun, Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu 6 Juni 2021.

Menurut Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kabupaten Blora, Gobogan, Pati dan Rembang itu menyatakan, pengusaha maupun pelaku UMKM mempunyai tanggung jawab moral dalam melakukan proses produksi dan penjualan yang aman konsumsi bagi masyarakat.

Sebab keamanan pangan terkait dengan penyakit yang diakibatkan kesalahan pengolahan maupun proses lainnya. Keamanan pangan mengacu pada Peraturan Pemerintah No 86 tahun 2019. Adapun dasar hukumnya adalah Undang-Undang No 18 Tahun 2012.

“Keamanan pangan merupakan salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan sistem pangan. Penyelenggaraan keamanan pangan bertujuan agar negara dapat memberikan perlindungan kepada rakyat untuk mengonsumsi pangan yang aman bagi kesehatan dan keselamatan jiwanya,” jelas Edy Wuryanto.

Disampaikan, untuk menjamin pangan yang tersedia aman dikonsumsi, maka penyelenggaraan keamanan pangan harus diterapkan di sepanjang rantai pangan. Mulai dari tahap produksi, pemanenan, pengolahan, penyimpanan, distribusi, peredaran, hingga sampai didistribusikan ke tangan konsumen.

Kegiatan atau proses produksi untuk menghasilkan pangan yang aman dikonsumsi di sepanjang rantai pangan dilakukan melalui penerapan persyaratan keamanan pangan.

“Langkah preventif sangat penting dilakukan oleh lembaga BPOM sebagai lembaga yang credible dalam menjaga mutu pangan dibandingkan dengan langkah penindakan,” ucapnya.

Politisi PDIP ini menambahkan, langkah BPOM melalui kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) meningkatkan kesadaran para perusahaan yang selama ini menjadi obyek penindakan BPOM.

“Manfaatnya juga dirasakan oleh pengusaha atau perusahan dalam jangka panjang, karena mendapatkan kepercayaan lebih dari masyarakat,” kata Edy di hadapan 50 peserta yang hadir dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Komisi IX DPR RI akan terus mendorong produksi maupun mengokohkan undang-undang terkait keamanan pangan. Salah satunya mempertahankan eksistensi sertifikasi halal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja yang sudah diketok beberapa bulan lalu.

Sementara itu di tempat yang sama, Ketua DPRD Blora HM Dasum SE MM menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Anggota DPR RI Komisi IX yang sudah mencurahkan tenaga pikiran untuk masyarakat Blora. Ia juga menekankan pentingnya masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan dalam aktifitas sehari-hari.

“Saya berharap dari sosialisasi ini warga masyarakat yang hadir bisa menyampaikan kepada saudara, tetangga.

Dihadapan peserta yang hadir, HM Dasum berpesan agar tetap menjaga kesehatan selama masa pandemi COVID-19. Mengatur pola makan, berolahraga yang cukup sangat diperlukan agar tubuh selalu fit, kebugaran terjaga, dan bisa menjadi benteng dalam pencegahan dari berbagai penyakit.

(Arif)

Leave a Reply