36 Warga Demak Dilaporkan Terjebak Kelompok Kriminal Bersenjata

Ilustrasi pendulang emas di Timika
Ilustrasi pendulang emas di Timika

DEMAK, delikjateng.com – Sekitar 36 warga Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, dilaporkan dalam penyekapan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Mereka dalam pengawalan dan tak bisa keluar di salah satu desa di Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Laporan itu setidaknya diterima Kepala Desa Kedondong, Kecamatan Demak, Sistianto dari warganya yang bekerja di Papua. Dari laporan yang dia terima, diperkirakan ada 34 warga yang merantau di Mimika yang bekerja sebagai pendulang emas.

Ia memperkirakan, puluhan warganya itu bekerja sebagai pendulang emas di Desa Kimbely, Kecamatan Tembagapura.

Selain warga Kedondong, masih ada yang lain, seperti dari Desa Mlaten dan Tanggul, Kecamatan Mijen. Mereka juga dikabarkan di desa yang sama bekerja sebagai pendulang emas.

“Untuk warga desa lain, memang perlu dipastikan apakah benar di sana,” ujar Sistiyanto sebagaimana dikutip antara.

Atas laporan itu, kades sudah meneruskan ke Polsek maupun Polres. “Informasinya, Polres Demak melanjutkannya ke Polda Jateng.

Dari laporan yang dia terima, puluhan warganya yang berada di Mimika ketakutan, karena mendapat intimidasi kelompok bersenjata dilarang keluar desa setempat. “Aktivitas memang diperbolehkan, namun karena warga yang sebelumnya mendulang emas lebih memilih menyelamatkan diri,” ujarnya.

Mereka dilaporkan hanya makan nasi putih tanpa lauk, karena tidak bisa keluar desa untuk mencari kebutuhan makan. Informasinya hanya kaum perempuan yang diizinkan keluar desa.

Saat laporan itu diterima, mereka masih berada di tempat persembunyian karena ketakutan dan khawatir dengan kelompok bersenjata tersebut. Beberapa waktu sebelunnya uang dan telepon genggam yang dimiliki warganya juga dirampas, sehingga lebih memilih menyelamatkan diri.

Salah satu warga Desa Kedondong yang sebelumnya juga bekerja sebagai pendulang emas di Mimika, katanya, ada yang pulang sebelum terjadinya intimidasi dari pihak kelompok bersenjata.

Berdasarkan keterangan dari Amin Triyono yang sudah pulang lebih awal, sebelum terjadi kontak senjata tidak ada permasalahan, karena mereka bisa mendulang emas dengan tenang.(*)

Leave a Reply