Tes Penerimaan Perangkat Desa Menuai Protes

KENDAL, delikjateng.com – Tes Seleksi Penerimaan Sekretaris dan Perangkat Desa di Kabupaten Kendal yang digelar serentak pada Minggu (17/12) banyak menuai protes. Diduga dalam pelaksanaannya banyak kejanggalan.

Temuan para Aktivis Forkom LSM Kendal yang melakukan pemantauan di lokasi tes, menyebut pelaksanaan tesnya banyak yang janggal, bahkan ada beberapa komputer yang error.

” Sehingga peserta mengerjakannya secara manual,” ujar Bambang selaku Koordinator Tim Pemantau Forkom LSM Kendal, Minggu (17/12).

Bambang menemukan ada peserta yang nilainnya tidak keluar dan belum diketahui hasilnya. Juga ada beberapa peserta yang sama nilainya yang berasal dari satu desa, bahkan ada peserta yang mengerjakan soal kurang dari 1 jam, tapi nilainya tinggi.

“Intinya dalam tes ini diduga ada kecurangan dan ada indikasi para pemainnya juga menggunakan jalur partai. Kami akan siapkan data validnya untuk aksi tolak hasil tes,” tandasnya.

Sementara itu Sekda Kendal, M.Toha saat dikonfirmasi atas banyaknya kejanggalan pelaksanaan tes seleksi Penerimaan Perangkat Desa di Kendal, menyatakan pihaknya minta permohonan maaf atas kejadian tersebut.

Ada peserta yang harus mengulang tes serta hasil tesnya belum bisa diumumkan. ” Maaf kita masih proses untuk evaluasi. Kami sudah koordinasi dengan Inspektorat dan sudah membuat tim khusus untuk menangani keluhan, juga akan memanggil pihak pihak terkait yang dilaporkan ada kejanggalan,” katanya melalui telephon seluler,Senin (18/12).

Sebagaimana di sampaikan Widi yanto salah satu peserta yang mengikuti Tes kemarin, menyayangkan bahwa prosesnya sangat tidak seaui dari yang di umumkan.

” Saya merasa kecewa dengan proses tes kemarin. Saya yang seharusnya waktunya cukup jadi tidak cukup karna komputernya eror, dan saya mencoba konfirmasi ke pengawas akhirnya direstar ulang dan jawabannya pun tidak sesui yang saya kerjakan sebelumnya. Malah ngacak jawabannya setelah di restar dan di buka ulang, dengan sisa waktu yang ada jadi gak cukup saya buat kerjain,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan Media ini, pelaksanaan Tes Seleksi Sekretaris dan Perangk

at Desa se-Kabupaten Kendal Tahun 2017 ini diikuti hampir 4000 an peserta dari 249 desa se-Kendal dengan 400 pengawas internal dari pemerintah kabupaten Kendal yang menggunakan sistem Computered Assesment Teknik (CAT) dengan menggandeng pihak ketiga dari Lembaga Pendidikan terkemuka dari Semarang agar pelaksanaannya obyektif, profesional, transparan dan terhindar dari Praktek KKN.

Namun kenyataannya dilapangan, justru bisa sebaliknya yang dapat memunculkan protes dari para pesertanya . Karena pelaksanaannya diduga banyak kejanggalan yang masih jauh dari harapan.

(Lendra/Novi)

Leave a Reply