TERDAMPAK COVID-19, KORPRI BAGIKAN 150 PAKET SEMBAKO UNTUK PEDAGANG SEKOLAH

Ketua KORPRI menyerahkan bingkisan kepada pedagang di lingkungan sekolah

Pekalongan, 25 Januari 2021
Pandemi Covid-19 yang belum berakhir dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang masih diperpanjang, kembali menggugah kepedulian anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kota Pekalongan untuk berbagi 150 paket sembako kepada para pedagang kecil di sekolah yang terdampak Covid-19. Kegiatan sosial yang merupakan program KORPRI Peduli Covid-19 ini secara simbolis diberikan oleh Ketua KORPRI Kota Pekalongan, Drs. H. Slamet Prihantono, MM didampingi Sekretaris KORPRI Kota Pekalongan, Zainul Hakim, SH, MHum kepada perwakilan pedagang kecil di sekolah-sekolah tingkat PAUD TK,SD,SMP dan SMA sederajat di Kantor Sekretariat KORPRI setempat, Senin(25/1/2020).

Ketua KORPRI Kota Pekalongan yang akrap disapa Totok tersebut mengungkapkan bahwa terlaksananya kegiatan sosial yang dikemas dalam KORPRI Peduli Covid-19 ini berasal dari iuran para anggota KORPRI Kota Pekalongan yang sengaja menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19 khususnya para pedagang kecil di sekolah-sekolah yang terimbas akibat diliburkannya sekolah selama masa pandemi. Dalam kegiatan KORPRI Peduli Covid-19, Totok menerangkan selain bantuan sosial diberikan kepada para pedagang sekolah, bantuan sosial juga menyasar para anggota KORPRI yang meninggal dunia akibat Covid-19 berupa santunan uang tunai sebesar Rp 1,5 juta kepada keluarganya maupun ahli waris.
“Dalam rangka KORPRI Peduli Covid-19, Pengurus KORPRI mengumpulkan dana dari anggota-anggotanya untuk disalurkan dalam
beberapa kegiatan sosial baik untuk masyarakat maupun anggota kami yang meninggal dunia karena Covid-19. Totok menjelaskan bahwa untuk kegiatan sosial hari ini, KORPRI melaksanakan kegiatan bakti sosial (baksos) berupa bantuan paket sembako kepada 150 pedagang kecil di semua tingkat sekolah karena selama Covid-19 ini mereka tidak bisa berjualan, seiring kebijakan diliburkannya kegiatan belajar mengajar di sekolah dan mengharuskan siswa belajar dari rumah (daring)”

(Istiadi / Eddy. S)

Leave a Reply