Sekda Tanggapi Pro Kontra Patung Nanas

Sekda melakukan konfrensi pers untuk klarifikasi dan menyikapi polemik patung nanas
Sekda melakukan konfrensi pers untuk klarifikasi dan menyikapi polemik patung nanas

PEMALANG, delikjateng.com -Sekda Pemalang, Drs . Budhi Raharjo MM yang juga Ketua KORPRI Pemalang, meminta agar masyarakat lebih profesional dalam menyikapi pembangunan kota tercinta Pemalang ini. Menurutnya, warga boleh itu berpendapat, pro dan kontra hal biasa”, ujarnya.

Namun dalam hal patung Nanas tidak lain untuk mempromosikan Icon Pemalang itu sendiri. Dengan Futuristic patung nanas tersebut akan dikenal bahwa Nanas madu dan Nanas batu adalah hasil karya petani Pemalang.

Kembali ia menegaskan, perlu diketahui masyarakat Pemalang, bahwa patung pejuang di bangun pada waktu bupati Slamet Haryanto, dan tidak disakralkan.

Kata Sekda, sumur itu yang perlu disakralkan, sebab pembuatan sumur tersebut disaat membangun Alun alun, oleh pangeran Banowo pada saat itu. Makanya kembali diharapkan untuk berhenti menyikapi polemik patung nanas yang sekarang ini terpasang di alun-alun kota pemalang tersebut.

Baru-baru ini sekda menyerukan, dihadapan para media, ia mengundang beberapa wartawan baik Onloline juga Cetak, Kamis 21/12, di wisata Widuri.
Sekda melakukan konfrensi pers untuk klarifikasi dan menyikapi polemik yang akhir- akhir ini ramai di media sosial, terkait pemasangan patung Nanas di alun- alun yang sebelumnya berdiri sebuah patung pejuang dengan bambu runcingnya.

Itu yang menyebabkan reaksi masyarakat mempertanyakan hal tersebut.
Sekda yang di dampingi beberapa kepala dinas, antara lain, Kadis kominfo Bpk Nugroho, Kadis Pariwisata, Sapardi, Kadishub Tutuko Raharjo, Serta dari lnspektorat, Agung Puntodewo.

Didepan para awak media, Sekda mengatakan, dalam menyikapi polemik tersebut la nenyampaikan bahwa, dengan dipasangnya patung nanas tersebut “ialah sebagai lcon kota pemalang yang terkenal dengan nanas madunya .
Sekalilagi la menegaskan agar masyarakat menilai positif terhadap Pemda ujarnya.

Dia juga menambahkan dan berjanji di hadapan kita semua, bahwa terhitung mulai hari ini kamis 21/12/17 sampai 35 hari kedepan tgl 23/01/18 sebelum hari jadi kota pemalang, patung tersebut akan terpampang, dan terpasang di sebelah timur alun-alun kota pemalang bundaran dekat Swalayan. Tempat strategis yang bisa di lihat dari segala penjuru ungkapnya. Disingung masalah angaran ia menegaskan untuk pemindahan serta pembuatan patung pejuang tersebut , ia menegaskan pembangunan patung itu, pakai angaran murni yang cukup besar , dari Korpri “bukan dari APBD jelasnya. Ia juga menghimbau agar nanti di tahun baru para pedagang kaki-lima tidak berjualan di alun- alun, karna itu melangar perda serta dapat mengurangi keindahan taman itu.

Diacara tahun baru nanti juga akan di buka pameran buku yang di selengarakan oleh dinas perpustakaan Daerah, serta melarang para peserta pameran yang ikut agar tidak menjual barang- barang lain, selain buku, ujarnya.

(rae kusnanto)

Leave a Reply