Proyek Jembatan Kaliputih Mulai Dilidik Polres Kendal

retakan konstruksi bangunan jembatan kaliputih
retakan konstruksi bangunan jembatan kaliputih

KENDAL,delikjateng.com – Polres Kendal telah merespon positif atas Proyek Penunjukkan Langsung (PL) Bangunan Jembatan di kaliputih Kecamatan Singorojo. Kabupaten Kendal. Proyek senilai Rp 2 Miliar itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017.

Tim dari Reskrim Polres Kendal yang dipimpin Kasatreskrim AKP. Aris Munandar, SH, terjun dilokasi proyek dan menemukan kualitas kontruksinya yang sudah rapuh serta bahan materialnya diduga menggunakan barang bekas pakai.

” Kami dengan Tim Tipikor baru saja pulang dari Lokasi proyek di Singorojo. Dan menemukan kontruksi bangunannya sudah retak-retak serta besi jembatan diduga menggunakan barang bekas,” tuturnya kepada delikjateng.com, Jumat (6/10).

Aris menilai Proyek Jembatan di Kaliputih tersebut belum bisa dikategorikan proyek bencana.” itu belum masuk proyek bencana, makanya dalam waktu dekat mereka akan kami panggil,” tambahnya sambil menunjukkan beberapa foto hasil temuannya.

Ditempat terpisah Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jawa Tengah, H.Mastur Darori SH.MSi mendesak agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas proyek-proyek di Kendal yang terindikasi KKN.

” Kami dukung aparat untuk membongkar korupsi proyek di Kendal, dan kami pun akan segera melakukan klarifikasi kepada semua pihak,” tuturnya melalui telepon selulernya.

Sedangkan Kepala ULP Kendal, Daryanto saat dikonfirmasi, justru pihaknya sudah melakukan proses pelelangan proyek tersebut sesuai prosedural hingga 2 kali pelelangan. Namun memang dari proses lelang tersebut belum ada rekanan yang memenuhi persyaratan dan gagal lelang.

” Semuanya ini dikembalikan ke pihak PPKOM dan Pengguna anggarannya,” ujarnya.

Sebelumnya Kabid Binamarga Kendal, Juni Isyanta menyatakan, jika proyek ini tidak bermasalah. Karena sudah sesuai dengan peraturan dan ada Fatwanya dari Kejaksaan Kendal.

” Proyek tersebut sudah prosedur sesuai Perpres Nomor: 70/2012. Pasal 84, ayat 6. Perubahan dari Perpres no 54 / 2010 dan sudah ada fatwanya yang dikoordinasikan dengan TP4D Kejaksaan Kendal,” kata dia dikantornya.

Sedangkan Pihak Kejaksaan Kendal saat dikonfirmasi melalui Kasi Intelnya, Ali Muktar belum bisa memberikan komentar terkait proyek PL tersebut. ” Penjenengan hubungi Kasi Datun aja,” ungkapnya melalui pesan singkatnya.

Kemudian Kasi Datun Kejaksaan Kendal ketika dikonfirmasi perihal proyek ini melalui handphonenya, hingga ditulisnya berita ini belum juga membalasnya. Namun Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Sugeng Pujianto saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan keterlibatan oknum Kejaksaan Kendal yang turut mendukung proyek tersebut sebagaimana disebut Kabid Binamarga Kendal, maka Kejati Jateng akan segera melakukan pengecekan.

Sebagaimana diberitakan, proyek tersebut telah dilelangkan, namun lelangnya gagal sebanyak 2 kali, karena diduga sepi peminatnya dan juga disinyalir banyak rekanan yang kurang persyaratannya. Sehingga dilakukan penunjukan langsung (PL) atas proyek tersebut, padahal jika mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku bahwa Proyek bisa dilakukan penunjukan langsung harus ada kriterianya diantaranya dalam keadaan darurat, bersifat rahasia dan nilainya tidak mencapai milyaran rupiah.(Lendra/Novi)

Leave a Reply